Panduan TOEFL®

Sudah sejak lama TOEFL digunakan tolok ukur dalam menilai kemampuan bahasa Inggris seseorang. Maka dari itu, kini kita akan membahas tips mendapatkan skor TOEFL tinggi secara lengkap.

Bagi kamu yang berencana melanjutkan studi ke luar negeri, kamu harus memenuhi persyaratan minimum skor TOEFL yang cukup tinggi, bukan? Begitupun kalau kamu ingin mengajukan beasiswa program magister atau doktoral.

Persyaratan ini harus dipenuhi sebagai parameter bahwa kita memiliki kecakapan bahasa Inggris yang baik, yang mana akan digunakan sebagai bahasa pengantar dalam perkuliahan di luar negeri dan sekarang banyak digunakan untuk modul akademik di dalam negeri.

Untuk patokan skor minimal TOEFL, sebetulnya murni ditentukan oleh pihak penyelenggara/pemberi beasiswa. Contohnya, untuk beasiswa LPDP, kita diharuskan memiliki skor TOEFL ITP minimal 550 dan skor IELTS minimal 6,5 untuk pengajuan beasiswa ke luar negeri.

Sedangkan untuk beasiswa dalam negeri, Beasiswa Pendidikan LPDP mensyaratkan skor yang lebih rendah. Skor minimal TOEFL ITP yang harus dipenuhi untuk beasiswa dalam negeri adalah 500 dan untuk IELTS 6,0.

Berbeda program beasiswa, berbeda pula syarat skor minimalnya. Selain beasiswa, beberapa perusahaan kini juga mencantumkan skor TOEFL minimal kepada calon pelamar pekerjaan untuk posisi-posisi tertentu.

Perbedaan TOEFL dan IELTS

Perbedaan TOEFL dan IELTS

Selain TOEFL, kemampuan bahasa Inggris juga dapat diukur dengan IELTS. Baik TOEFL atau IELTS, keduanya merupakan serangkaian tes yang sifatnya menguji skill bahasa Inggris kita. Namun, keduanya memiliki perbedaan.

TOEFL (Test of English as Foreign Language) diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service) yang berkantor di Amerika. Umumnya, TOEFL dibutuhkan di universitas di Amerika dan Kanada seperti Harvard, Yale, dsb.

Sedangkan IELTS (International English Language Testing System), diselenggarakan oleh Cambridge University, IDP Education Australia, dan British Council. Umumnya, IELTS dibutuhkan di universitas di wilayah Inggris, Australia, dan Selandia Baru.

Perlu diperhatikan, bahwa untuk tes TOEFL, bahasa yang digunakan adalah bahasa American English, sedangkan untuk IELTS menggunakan British English. Itulah sekilas perbedaan TOEFL dan IELTS.

Apa itu TOEFL PBT / CBT?

tips mendapatkan skor toefl tinggi

Sebelum memasuki pembahasan tips mendapatkan skor toefl tinggi, mari kita memahami jenis-jenis TOEFL terlebih dahulu.

Jadi, berdasarkan cara mengerjakannya, TOEFL dibagi menjadi 2 jenis, yaitu PBT (Paper-Based Test), dan CBT (Computer-Based Test). Perbedaan antara keduanya, PBT dikerjakan di atas kertas layaknya UAS atau UN. Sedangkan CBT menggunakan komputer.

Perbedaan lainnya terdapat pada skor. Untuk TOEFL PBT, tingkatan skor dimulai dari 310-677, sedangkan CBT, tingkatan skornya dimulai dari 0-300. Untuk perbandingan skor-nya, silakan lihat tabel berikut:

TOEFL PBTTOEFL CBT
677300
650280
600250
550213
500173
450133
40097
31030
-0

Jika kamu mendapatkan skor TOEFL 650 untuk PBT, atau setara dengan skor 280 untuk CBT, maka peluang untuk diterima pengajuan beasiswamu ke luar negeri akan semakin besar.

Apa itu TOEFL ITP / iBT?

tips sukses TOEFL

Ada lagi nih perbedaan antara TOEFL ITP dan iBT. Ya, tadi kan berasarkan cara mengerjakannya. Sekarang, berdasarkan tipe tes-nya. Apanya yang beda?

TOEFL ITP (Institutional Testing Program) disebut juga TOEFL institusional, umumnya masih banyak dibutuhkan di dalam negeri dan negara-negara Asia lainnya. Artinya, skor-nya bersifat institusional, hanya berlaku di wilayah/negara tertentu saja, tidak berlaku di seluruh negara di dunia.

Di Indonesia dan di negara-negara Asia, skor TOEFL ITP masih sangat dibutuhkan. Tes TOEFL ITP berupa reading comprehension, grammar structure and written expression, listening comprehension, dan writing.

TOEFL iBT adalah kepanjangan dari TOEFL internet-Based Testing.

Sejak pertama diperkenalkan pada tahun 2005, kini tes TOEFL iBT lebih umum digunakan. Tes TOEFL iBT meliputi 4 aspek kecakapan berbahasa, yaitu reading, listening, speaking, dan writing. TOEFL iBT memiliki rentang skor antara 0-120.

Berbeda dengan TOEFL ITP yang berlaku secara regional, TOEFL iBT statusnya diakui, digunakan, dan dipertimbangkan di seluruh dunia.

Persiapan Sebelum Mengikuti Tes TOEFL

Persiapan sebelum tes TOEFL

Tips mendapatkan skor toefl tinggi yang akan kita bahas di sini adalah TOEFL secara umum ya, bisa itu ITP maupun iBT, karena pada intinya sama saja.

1. Kumpulkan Informasi Sebanyak-banyaknya

Sebelum memutuskan untuk mengambil tes TOEFL, sebaiknya kamu kumpulkan segala informasi yang berkaitan dengan TOEFL sebanyak-banyaknya, meliputi gambaran mengenai seperti apa tes-nya, apa saja yang diujikan, dan lain-lain.

Dalam artikel ini, kami akan bagikan sebuah e-book gratis yaitu Longman Complete Course for The TOEFL Test yang bisa kamu download di bagian bawah artikel ini.

Buku ini berisi latihan dan contoh soal TOEFL dengan pembahasan yang paling lengkap. Sangat cocok untuk kamu yang ingin berlatih TOEFL, baik pemula maupun yang sudah advanced.

2. Latihan dan Latihan

Selanjutnya, berlatihlah menggunakan bahasa Inggris dalam menulis, mendengarkan, dan berbicara dalam percakapan sehari-hari. Pola latihan yang diulang-ulang adalah tips mendapatkan skor toefl tinggi yang paling ampuh.

Kalau kamu biasa menonton film dengan subtitle, cobalah berlatih menontonnya tanpa menggunakan subtitle. Kamu juga bisa menonton video di YouTube, Ted X misalnya, setelah itu kamu coba tulis ulang narasinya sebisamu. Kalau tidak ada partner yang bisa diajak ngomong bahasa Inggris, berlatihlah sendiri, bicara di depan cermin.

Untuk simulasi, kamu juga bisa mendownload TOEFL iBT Interactive Sampler di situs resmi ETS ini.

3. Jangan Menghapal Soal dan Jawaban

Oh iya, ada satu lagi yang penting. Pada saat kamu latihan menjawab contoh soal TOEFL manapun, JANGAN PERNAH sekali-kali menghapalkan jawaban dan soalnya. Karena soal-soal TOEFL akan banyak menjebak.

Soal-soal TOEFL akan terus berubah mengikuti zaman. Maka dari itu, hati-hati dan telitilah ketika membaca soal dan JANGAN MENGHAPAL.

Tips Pada Saat Melaksanakan Tes TOEFL

Sukses raih skor TOEFL 600

Tes TOEFL iBT akan berlangsung selama 4 jam. Selama 4 jam itu, kamu dipersilakan untuk ke kamar kecil dan minum, dan ada waktu istirahat selama 10 menit, tapi kamu tidak diperkenankan untuk meninggalkan lokasi tes.

1. Manfaatkanlah waktu yang disediakan sebaik dan semaksimal mungkin

Secara keseluruhan, waktu pelaksanaan tes TOEFL adalah 4 jam, dengan alokasi yang berbeda untuk masing-masing section. Untuk TOEFL iBT, alokasinya adalah 60-100 menit untuk reading, 60-90 menit untuk listening, 20 menit untuk speaking, 50 menit untuk writing, dan 10 menit untuk istirahat.

Untuk mengantisipasi ini, ketahuilah di section mana kekurangan kita masing-masing. Kalau merasa kurang dalam listening, maka perbanyaklah porsi latihan listening-mu. Meski di dalam ruangan tes biasanya sudah terdapat jam dinding, alangkah baiknya apabila kamu membawa jam sendiri.

2. Baca Soal dengan Teliti

Kalau kamu sering latihan, kamu pasti tahu bagaimana karakter soal-soal TOEFL. Perhatikan baik-baik pertanyaannya, jangan langsung buru-buru menjawab. Terlebih lagi saat listening section, dengarkanlah sampai soal yang dibacakannya selesai.

Perhatikan kata-kata pada soal: apakah ada kata-kata UNLESS, EXCEPT, BUT, dan kata-kata menjebak lainnya.

Kamu diperbolehkan untuk mengubah jawaban jika kamu berubah pikiran. Namun pastikan untuk menghapus jawaban yang salah dengan bersih, karena kalau tidak, komputer dapat salah men-scan dan menganggap ada 2 jawaban.

3. Jangan Sampai Ada Jawaban Kosong

Dalam tes TOEFL, jawaban yang mendapatkan poin adalah jawaban yang diisi dan BENAR. Ya, apabila diisi dan salah, itu tidak akan mengurangi poin. Jadi usahakan untuk mengisi semua jawaban meski sudah kepepet. Setidaknya, kamu memiliki peluang benar 25%.

Ingat, kalau benar-benar sudah kepepet lho, ya.

4. Kalau Ngasal Jangan Asal-asalan

Ilmu ini hanya boleh diterapkan apabila kamu benar-benar tidak tahu jawabannya dan waktu yang tersedia tinggal sedikit. Menerapkan ilmu ini di awal hanya akan membuat kertas ujianmu menjadi rapih. Dan ngawur.

Kuncinya ada di poin sebelumnya. Jangan sampai ada soal yang tidak terjawab, bagaimanapun itu. Karena rugi, kalau kamu jawab, masih ada kemungkinan benar 25%. Kalau kamu tidak menjawab, kemungkinan benarnya hanya 0%, alias 100% salah.

Mending dijawab kan?

Dan ketika takdir mengharuskanmu untuk menjawab ngasal, jawab ngasal-lah dengan konsisten! Misal, ada 5 soal yang belum terjawab, maka jawablah kelima soal tersebut dengan 1 jawaban yang sama. A semua, atau B semua, atau C, dst.

Dengan begitu, presentase kemungkinan untuk terjawab benar akan lebih besar dibanding jika kamu menjawab ngasal secara random.

TAPI kalau masih ada jawaban yang dapat dianasisis dengan membandingkan pilihan jawaban yang satu dengan ketiga pilihan jawaban lain, maka gunakanlah teknik tersebut.

5. Keep Calm and Relax

Berkonsentrasi penuh selama 4 jam bukanlah pekerjaan yang mudah memang. Intinya, jangan tegang, jangan gugup selama mengikuti tes. Cobalah untuk bersikap tetap tenang dalam mengerjakan tes, meski ini bukanlah tes yang main-main.

Justru di situlah kuncinya, dengan pembawaan yang kalem dan tidak tegang dapat membuat kita berpikir lebih jernih jika dibandingkan dengan kita merasa gugup atau gelisah.

6. TOEFL Bukan Segalanya

Ya, benar. Kamu tidak perlu terlalu ambisius untuk mendapatkan skor TOEFL yang perfect langsung di tes pertama yang kamu lewati.

Bukan berarti tidak boleh, justru kalau kamu bisa melakukannya, maka itu adalah prestasi yang luar biasa! Tapi tentu butuh latihan dan kerja keras untuk mencapainya.

Akan tetapi, apabila di tes pertama kamu mendapatkan skor lebih rendah dari apa yang kamu harapkan, jangan minder! Bukan berarti kamu gagal. Memang mengikuti ujian TOEFL sungguhan adalah salah satu bentuk latihan untuk mencapai skor TOEFL yang lebih tinggi lagi.

Sebetulnya, hanya dengan menjawab 75% benar dari keseluruhan tes TOEFL, kamu sudah mendapatkan skor yang cukup baik. Namun apabila kamu belum puas, jangan menyerah, coba lagi!

Toh, dengan mengikuti tes TOEFL, kita jadi memiliki bekal yang lebih untuk mengikuti tes TOEFL yang berikutnya, bukan? Ingat, practice makes better kan. 🙂

Strategi Belajar TOEFL: Step by Step

Buku belajar TOEFL

Tentu setiap kita memiliki pola belajar yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain, tidak bisa disamakan begitu saja.

Namun, kali ini kita akan membahas dan mengupas buku Longman Complete Course for The Toefl Test, secara satu-persatu, section-per-section, dari awal hingga akhir.

1. Tips TOEFL Listening Section

Persiapan secara umum:

  1. Setiap part memiliki direction (perintah) yang berbeda-beda yang akan dibacakan (diperdengarkan) sebelum masuk ke soal. Pahami setiap perintah pada setiap section dengan cermat.
  2. Pada saat narator membacakan direction, baca pilihan jawaban pada tiap soal sebanyak yang kamu bisa, untuk membantu melakukan pre-analysis.
  3. Fokus dan konsentrasikan telinga pada apa yang kamu dengar dari audio.

Part A: short conversation

  1. Jawaban biasanya terdapat pada percakapan orang kedua, fokuslah di situ.
  2. Kita tidak perlu memahami setiap kata yang terucap, cukup tangkap ide pokok dari isi percakapannya saja.
  3. Pelajari brntuk functional expressions, seperti tanda setuju (agreement), idiomatic expression, keraguan (uncertainty), keterkejutan (surprise),  memberi saran (suggestion) dalam percakapan.

Part B: longer conversation

  1. Biasakan lakukan pemindaian sekilas ke pilihan jawaban di part B pada saat narator membacakan direction. Dari situ, kamu bisa melakukan perkiraan soal seperti apa yang akan muncul.
  2. Berlatihlah untuk mengetahui dengan tepat apa topik pembicaraan dalam percakapan.
  3. Ingat-ingat tiap poin penting dalam percakapan, seperti waktu, tempat, serta konteks percakapan.

Part C: talks

  1. Pindai sekilas seluruh pilihan jawaban dan kelompokkan jawaban dengan kata kunci tertentu.
  2. Bersiaplah untuk fokus pada kalimat kedua dan seterusnya, karena biasanya topik pembicaraan tidak terdapat pada kalimat pertama.
  3. Catat dan ingat setiap poin dengan patokan 5W+1H.
  4. Usahakan kamu mengetahui konteks dan kesimpulan pada saat pembicaraan dilakukan.

2. Tips TOEFL Grammar Structure And Written Expression Section

Persiapan Secara Umum:

  1. Pada saat latihan, identifikasi setiap bentuk direction (perintah) dari tiap part dan temukan polanya, sehingga tidak kaget pada saat melaksanakan tes.
  2. Soal-soal mengenai struktur grammar lebih baik dikerjakan di awal.
  3. Setelah itu, baru kerjakan soal-soal written expression.

Tips Mengerjakan Soal Grammar Structure

  1. Fokus pada kalimat yang ditanyakan di dalam soal.
  2. Identifikasi tiap pilihan jawaban, kemudian pilih yang menurutmu paling tepat.
  3. Pahami kalimatnya dulu, baru pilih jawabannya. Jangan mengira-ngira jawaban hanya dari pilihan jawaban yang paling berbeda di antara pilihan jawaban lain.
  4. Lebih fokus pada kata atau frasa yang ditandai (garis bawah), dan identifikasi bagian mana yang kurang tepat.
  5. Kalau kamu kesulitan mengidentifikasi kata/frasa yang bergaris bawah, baca seluruh kalimat secara saksama.

3. Tips TOEFL Reading Section

  1. Dalam mengerjakan soal reading, bacalah sekilas dan temukan ide utama pada tiap paragraf, berlatihlah untuk memiliki skill skimming & scanning!
  2. Sebelum membaca, disarankan untuk melihat pertanyaannya terlebih dahulu. Sehingga ketika membaca, kamu bisa langsung fokus saat menemukan jawabannya. [Perlu latihan]
  3. Apabila topik pada teks bukan topik yang kamu mengerti, misal tentang kesehatan/otomotif, jangan panik. Jawabannya ada semua di dalam teks..
  4. Kamu tidak perlu mengetahui arti dari setiap istilah di dalam teks. Cukup analisis konteksnya dan gunakan common sense-mu.
  5. Catat setiap ada data/fakta di dalam teks, misal angka, perbandingan, waktu, tempat, untuk membantu menyimpulkan.

 

Leave a Reply