Panduan Membeli Kamera DSLR Bekas Untuk Pemula

4 min read

Bagi kita-kita yang kere ini, membel kamera DSLR bekas merupakan sebuah solusi.

Namun, sebagaimana yang telah kita tahu, tidak semua barang bekas masih dalam kondisi yang bagus. Kebanyakan, orang menjual barang yang telah dimilikinya karena ada sesuatu yang sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Meski ada sebagian orang yang menjual barang bekas dalam kondisi yang masih layak bahkan hampir seperti barang baru, karena ia ingin beli barang yang baru atau karena orang tersebut membutuhkan uang.

Nah, dalam berburu barang bekas, tentu kita harus sangat selektif terhadap barang yang ingin kita beli, apalagi kamera DSLR. Untuk meminimalisir adanya rasa kecewa setelah membeli barang tersebut.

Layakkah Kita Membeli Kamera DSLR Bekas?

Sebenarnya, jawabannya tergantung pada selera dan kebutuhan kita masing-masing.

Bagi saya pribadi, membeli barang bekas bukan masalah, asalkan memenuhi kriteria-kriteria tertentu. Setidaknya, kita harus tahu kondisi fisik dari barang tersebut, apakah sebanding kondisi fisik dengan harga yang akan kita keluarkan.

Kamera DSLR pertama saya adalah kamera bekas, berikut lensa dan camera bag-nya. Memang kondisi dan performanya yang diberikan sedikit berbeda dari kamera baru, tapi saya rasa hal tersebut sepadan dengan harga murah yang saya bayarkan.

Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membeli kamera DSLR bekas:

1. Periksa Jumlah Shutter Count Kamera

Gampangnya, shutter count bisa dianalogikan sebagai ‘umur’ kamera, yang ditandai dengan jumlah hitungan jepretan kamera. Sebagaimana kendaraan yang apabila lebih rendah kilometer-nya, kondisinya bisa dibilang masih prima.

Begitupun kamera.

Kamera memiliki komponen mekanis di dalamnya yang nilai fungsionalitasnya akan berkurang setiap kali digunakan sampai akhirnya habis dan perlu membeli kamera baru. Setiap kamera DSLR memiliki jumlah maksimum shutter count yang berbeda-beda.

Meski begitu, tidak ada jaminan bahwa suatu kamera bisa bertahan sampai jumlah maksimum shutter count-nya (kata Om Arbain Rambey). Ada kamera yang jumlah shutter count-nya masih rendah, namun rusak lebih cepat, dan juga ada yang sebaliknya.

Sebagaimana ajal manusia, tidak ada yang tahu.

Namun di luar itu, jumlah shutter count kamera masih menjadi perhitungan utama dalam membeli kamera DSLR bekas.

Contohnya, Nikon D7000 memiliki jumlah maksimum shutter count sebanyak 100 ribu sebelum perlu diganti.

Dengan mengetahui berapa jumlah shutter count sebuah kamera saat kita membelinya dalam keadaan bekas, kita bisa memperkirakan berapa jepretan lagi kita masih dapat menggunakan kamera tersebut.

Kalau acuan saya, setidaknya carilah kamera DSLR bekas yang jumlah shutter count-nya kurang dari 10 ribu.

Untuk mengetahuinya, bagi pengguna Canon bisa menggunakan software EOSInfo, sedangkan Nikon bisa menggunakan software Opanda Exif Viewer.

Selain itu, kita juga bisa mengetahui jumlah shutter count suatu kamera dengan mengunggah hasil foto dari kamera tersebut ke website camerashuttercount.com atau myshuttercount.com

Maka, penting untuk membeli kamera DSLR bekas ini secara offline. Ajaklah si penjual untuk bertemu, dan bawa laptop sendiri untuk mengetahui shutter count kamera yang akan kita beli.

[irp posts=”254″ name=”Memahami Shutter Speed Kamera dalam Empat Langkah Mudah”]

2. Periksa Sensor-sensor Kamera

tips membeli kamera dslr bekas

Cara yang paling ampuh untuk meeriksa sensor sebuah kamera adalah dengan mencoba mengambil gambar ke arah langit yang cerah atau tembok putih dengan intensitas cahaya yang tinggi dan aperture paling kecil (untuk lensa kit f/22).

Setelah itu, periksa hasil fotonya dengan memperbesar gambar dengan zoom maksimum. Geser-geser foto sambil memerhatikan setiap sudut fotonya untuk mencari apakah ada noda atau lecet pada sensor kamera.

Kerusakan pada sensor kamera umumnya dapat diidentifikasi dengan mudah dari hasil foto yang diambil.

Lebih bagus memang kalau mendapat kamera DSLR bekas yang sensornya masih bagus dan tidak ada debu sama sekali. Tetapi sebenarnya ada debu sedikit itu tidak apa-apa.

Tapi kalau debu yang terlihat sudah lumayan banyak, apalagi sampai ada jamurnya, lebih baik cari kamera DSLR yang lain deh.

Kalau kamu sudah kepalang pengin banget sama kamera tersebut, ya setidaknya mintalah pengurangan harga kepada si penjual. Hitung-hitung, untuk biaya membersihkan sensor ke tukang kamera. Hehe.

3. Memeriksa Keadaan Fisik Bodi Kamera

Selain dari sisi dalam, kita juga harus memeriksa sisi luar dari kamera yang akan kita beli. Pemeriksaan fisik ini meliputi bodi, karet-karet, kondisi viewfinder dan layar, mounting lensa, dan kekokohan bodi.

Tidak Lecet dan Nglotok

Err… Nglotok bahasa Indonesianya apa ya?

Intinya adalah, kita periksa seluruh bodi kamera bagian depan, belakang, atas, bawah, kanan, kiri, adakah lecet-lecet yang parah?

Kalau hanya terdapat lecet penggunaan sedikit saja, itu tidak masalah dan memang wajar. Namun jika terdapat retak, nglotok, dan lecet parah, kemungkinan kamera tersebut pernah terbentur yang mana juga kemungkinan merusak bagian dalamnya.

Lebih baik menjauhkan diri dari risiko yang seperti itu, bukan?

Periksa juga bagian-bagian lubang seperti lubang trigger, lubang kabel data, dan slot kartu memori. Pastikan semuanya dapat berfungsi dengan normal.

Pada beberapa seri keluaran terbaru Nikon dan Canon, bagian bodi dilapisi dengan lapisan doff. Kalau diraba, akan terasa agak kasar. Semakin nge-doff bodi kamera, merupakan indikasi kamera tersebut jarang digunakan atau usia pemakaiannya masih terbilang baru.

Lagi-lagi, keadaan fisik ini juga sangat memengaruhi harga.

Karet Tidak Kendor atau Terkelupas

Bagian-bagian lain pada bodi kamera yang tak kalah penting adalah karet-karet. Ada beberapa grip karet yang terpasang pada bodi kamera yang fungsinya untuk lebih memantapkan genggaman.

Memang kerusakan pada karet-karet ini tidak memengaruhi hasil foto, namun yang pasti akan tidak enak dipandang dan dipegang. Kalau dibiarkan, justru malah akan mengganggu kan.

Periksa dan pastikan semua karet di bodi kamera masih terpasang dengan sempurna. Pada bagian grip tangan, juga pada lensa.

Viewfinder dan Layar LCD Bersih

Tips membeli kamera DSLR bekas yang berikutnya adalah memeriksa bagian viewfinder dan LCD, pastikan tidak ada lecet, kerak, goresan, retak, ataupun debu.

Adanya kerak atau lecet di dalam viewfinder merupakan hal yang sangat serius karena dapat menyebabkan ketidakfokusan kita dalam membidik sebuah objek. Selain itu, biaya perbaikannya juga mahal.

Jadi kalau ketemu dengan yang seperti ini, lebih baik cari yang lain saja.

Begitu juga dengan layar LCD-nya. Periksa dan pastikan layarnya masih menampilkan warna yang akurat, dan tidak ada dead pixel pada layarnya.

Mounting Kamera Kokoh

Yang dimaksud mounting kamera adalah bagian penghubung antara kamera dengan lensa. Bagian ini berwarna silver berkilau. Pastikan keadaan mount pada kamera masih normal, tidak ada bengkok, lecet, ataupun karat padanya.

Apabila bagian ini terdapat bengkok, ini menandakan kamera tersebut pernah terjatuh cukup keras, atau pernah menggunakan lensa yang berat dan besar tanpa hati-hati.

Untuk memastikannya, cobalah untuk memasang lensa dan pastikan lensa dapat terpasang dan berfungsi dengan sempurna. Pastikan juga lensa tidak goyang ya.

4. Fungsi Autofokus Masih Normal

Setelah mencoba untuk memasangkan lensa ke bodi, pastikan juga untuk mengecek autofokus pada lensa berjalan dengan baik atau tidak.

Caranya, cobalah untuk membidik objek yang jauh dan dekat secara bergantian, tekan tombol shutter setengah untuk melihat performa autofokusnya. Kalau kamera tersebut masih dapat autofokus dengan cepat, artinya kamera tersebut dapat diperjuangkan.

Kalau kamu menemukan masalah pada autofokusnya, mendingan cari yang lain aja deh, sob. Karena jelas terdapat kerusakan dalam bodi kamera tersebut ataupun lensa yang digunakan tidak sesuai.

5. Belilah pada Orang yang Dipercaya

tips membeli kamera dslr bekas

Akan lebih baik apabia kamu datang dengan bersama temanmu yang telah lebih mengerti soal kamera.

Ketika memutuskan untuk bertemu, kalau bisa jangan bawa uang cash karena akan berbahaya. Lihat-lihat saja dulu, kalau sudah deal, barulah kamu ambil uangnya atau cukup lakukan pembayaran via transfer saja.

Apalagi kalau temanmu itu pintar tawar-menawar, bisa-bisa kamu dapet harga yang lebih rendah lagi. Lumayan kan.

Itulah beberapa tips membeli kamera DSLR bekas versi saya. Membeli kamera DSLR bekas memanglah solusi jitu, namun pastikan hal-hal di atas telah dipertimbangkan matang-matang.

Jika ada pertanyaan, silakan tinggalkan komentar di bawah ya.

Leave a Reply