Kue Kering Lebaran: Bisnis Rumahan yang Menguntungkan

Tips Bisnis Kue Lebaran

Menjelang lebaran, biasanya geliat bisnis kuliner di Indonesia akan semakin ramai, terlebih kue kering lebaran. Tak heran, karena selama menyambut datangnya bulan Ramadan hingga menjelang ‘Idul Fitri, permintaan kue kering semakin meningkat drastis dibanding bulan-bulan lain.

Melihat potensi yang sangat menggiurkan ini, banyak ibu rumah tangga yang memulai untuk membuat kue kering sebagai bisnis sampingan menjelang lebaran.

Bahkan, tak sedikit juga mereka yang akhirnya tetap melanjutkan untuk berbisnis kue kering setelah lewat lebaran. Karena tidak hanya pada saat lebaran saja, permintaan kue kering juga akan meningkat pada perayaan hari besar lain, dan tentunya omset akan berlipat.

Di Indonesia, ketika menjelang datangnya bulan puasa, sudah banyak pusat perbelanjaan yang menjual aneka kue kering dengan beraneka bentuk dan rasa. Namun, ada beberapa kue kering yang menjadi ‘khas’ pada bulan Ramadan, seperti kastangel, putri salju, kue nastar, karena umumnya kue-kue tersebut hanya ada banyak pada saat bulan puasa saja.

Banyak kelebihan dari berjualan kue kering menjelang lebaran..

Pertama, proses pembuatannya terbilang mudah dan dapat dilakukan di rumah. Kedua, Anda tidak perlu terlalu buru-buru untuk menjualnya, karena kue kering memiliki masa kedaluwarsa yang lebih lama. Ini membuat usaha kue kering adalah bisnis yang sangat cocok dijalankan oleh ibu rumah tangga.

Tips Memulai Bisnis Kue Kering Lebaran

Sebelum memutuskan untuk memulai bisnis kue kering, tentu kita membutuhkan persiapan yang matang terlebih dahulu. Tujuannya, yaitu supaya bisnis kue kering yang akan Anda jalani nantinya tetap bisa terus berkembang dan terarah. Dan pastinya dapat mencapai pendapatan sebagaimana yang Anda targetkan.

Bisnis kue kering bisa dibilang bisnis yang musiman. Namun bukan berarti permintaan pasar sama sekali tidak ada di luar perayaan hari besar. Justru saat itulah saat yang tepat untuk membangun relasi dengan konsumen, agar setidaknya, ketika nanti pada saat menjelang lebaran, Anda sudah tidak perlu terlalu repot dalam urusan pemasarannya. Baca tips selengkapnya di bawah ini.

1. Tentukan Jenis Kue Kering yang Akan Dijual

kue lebaran lucu

feedingmyaddiction.com

Riset pasar adalah hal pertama yang harus dilakukan sebelum memulai bisnis apapun agar bisnis yang dijalani dapat berkembang secara terarah. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui apa saja jenis kue kering yang paling banyak dicari selama bulan Ramadan dan menjelang lebaran.

Setelah memperoleh jenis-jenis kuenya, kemudian sesuaikan dengan ketersediaan bahan baku dan modal yang Anda miliki serta tingkat kemudahan atau kesulitan resepnya. Analisis juga harga pasarannya, apakah modal dan tenaga yang nanti akan Anda keluarkan sebanding dengan harga yang ‘wajar’ Anda tawarkan ke pembeli.

2. Lakukan Inovasi

kue lebaran unik

thecraftingfoodie.com

Kue nastar, kue kastangel, kue lidah kucing, kue semprit, hampir di mana-mana tampilannya selalu sama. Ini adalah peluang besar bagi Anda untuk membuat inovasi baru yang lebih unik. Anda bisa memodifikasi kue-kue yang biasa dijumpai dengan mengubah bentuk ataupun rasanya.

Tentu dibutuhkan beberapa kali percobaan, namun saat sudah menemukan komposisi yang tepat, dijamin, kue kering lebaran Anda akan sangat diminati.

Misalnya, Anda membuat kue kering yang secara tampilan mungkin sama seperti kue kering pada umumnya. Namun, Anda bisa memberi nilai jual yang lebih pada produk Anda dengan memberikan solusi kepada mereka yang membutuhkan, seperti kue kering bebas gula untuk penderita diabetes, atau kue kering low fat yang aman dikonsumsi bagi mereka yang sedang menjalani diet.

3. Buat Tampilan yang Menarik

kue angsa

pinterest

Dalam urusan makanan, tampilan secara visual adalah yang pertama kali dilihat oleh pembeli. Terlebih lagi ketika menjelang lebaran. Siapa yang tidak senang melihat kue-kue kering dengan tampilan cantik selalu menghiasi meja ruang tamu?

Memang sih, resep kue kering lebaran yang Anda buat sama dengan resep kue kering lain, akan tetapi tampilan kue kering buatan Anda beda dan jauh lebih menarik.

Ini akan menjadikan produk Anda menjadi outstanding di antara tumpukan produk kue kering lainnya. Penyajian yang menarik tentu akan membuat mata konsumen jatuh hati dan tidak pikir panjang untuk membeli.

Seperti kata pepatah, “Dari mata, turun ke hati.”

4. Cantumkan Tanggal Kedaluwarsa

tanggal kedaluwarsa kue kering

4muda.com

Kue kering adalah jenis makanan yang memiliki masa kedaluwarsa yang cukup lama dari masa pembuatannya. Namun bukan berarti kita tidak harus mencantumkan tanggal kedaluwarsa, seperti yang banyak beredar di kemasan kue kering lebaran pada umumnya.

Jadi, pastikan untuk mencantumkan tanggal kedaluwarsa pada kemasan kue kering Anda, karena ini juga akan menjadi penilaian konsumen bahwa kue kering tersebut dibuat dengan sungguh-sungguh. Di samping itu, mereka juga akan merasa diuntungkan dengan adanya informasi tersebut.

5. Tentukan Pasar

kue kering lebaran

kompas.com

Menentukan pasar juga berkaitan dengan jenis inovasi seperti apa yang akan Anda lakukan nantinya..

Maksudnya begini, jika Anda menarget pasar ibu-ibu, maka sajikanlah kue yang rasanya enak dengan tampilan yang menarik. Jika target pasarnya Muslim (misalnya pada saat puasa/lebaran), maka buatlah kemasan dengan ornamen yang sesuai dengan momennya. Misal ketupat, bulan sabit, kubah, dll.

Begitupun dengan hari besar lain seperti Imlek, Natal, dan sebagainya.

Ketika memulai usaha ini, saran kami, mulailah menarget pasar orang-orang di sekitar Anda. Anda bisa menawarkan kue kering Anda ketika menghadiri undangan, pengajian, rapat wali murid di sekolah anak Anda, pada saat reuni, ataupun lingkaran kecil lainnya.

Jangan takut untuk memberikan sampel secara cuma-cuma. Apabila mereka menyukai kue kering Anda, dijamin, mereka akan membeli kembali dan bahkan merekomendasikannya kepada orang lain.

6. Pasarkan Via Online

jual kue kering

instagram.com

Media sosial adalah salah satu alat yang sangat ampuh untuk memasarkan produk secara online. Terlebih lagi kalau Anda orang yang cukup aktif di media sosial seperti Instagram atau Facebook. Aplikasi perpesanan seperti LINE dan WhatsApp juga cukup bisa membantu pemasaran secara online.

Bagikan:

Leave a Reply