Sifat-sifat Bunyi, Pengertian, serta Manfaatnya

Sifat-sifat bunyi – Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu berhadapan dengan fenomena fisika di sekitar kita. Salah satu contoh sederhananya adalah fenomena bunyi. Bunyi merupakan kejadian fisika yang sangat menarik untuk dipelajari. Selain itu, ternyata ada banyak manfaat dari bunyi, lho. Penasaran? Simak terus artikel ini.

Pengertian Bunyi

pengertian bunyi
Pengertian bunyi

Di dalam fisika, bunyi adalah suatu gelombang yang dihasilkan oleh benda yang bergetar. Benda yang menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi. Sumber bunyi yang bergetar juga menggetarkan molekul udara di sekitarnya sehingga menghasilkan gelombang longitudinal.

Gelombang longitudinal tersebut dapat merambat melalui medium yang berupa zat cair, padat, maupun gas. Semakin rapat susunan partikel mediumnya, semakin cepat pula bunyi merambat. Sifatnya yang berupa gelombang menyebabkan getaran bunyi tidak dapat dilihat oleh mata, namun dapat didengar oleh telinga.

Syarat Terjadinya Bunyi

syarat terjadinya bunyi
Bunyi merambat melalui benda padat

Gelombang longitudinal untuk dapat disebut sebagai bunyi, memiliki tiga syarat. Tanpa adanya salah satu syarat ini, suatu getaran tidak dapat disebut sebagai bunyi. Adapun syarat-syarat terjadinya bunyi adalah sebagai berikut.

1. Terdapat sumber bunyi

Sumber bunyi yang dimaksud di sini adalah benda yang menghasilkan getaran, seperti misalnya senar gitar, benda yang dipukul, pita suara, dan sebagainya.

2. Terdapat medium

Adanya sumber bunyi saja tidak cukup untuk membuat getaran menjadi suatu bunyi, karena untuk dapat terjadinya bunyi, sumber bunyi membutuhkan media yang menghantarkan gelombang bunyi kepada penerima bunyi. Media penghantar bunyi, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, dapat berupa zat cair, padat, dan juga gas.

Umumnya, bunyi merambat melalui udara, seperti yang kita dengar setiap hari. Namun bunyi juga bisa merambat melalui benda padat. Contohnya, ketika kamu mengetuk-ngetuk meja dan kamu menempelkan telingamu pada permukaan meja, bunyi ketukan meja akan terdengar lebih kuat.

3. Terdapat reseptor bunyi

Bagaimana mungkin suatu gelombang yang merambat dapat dikatakan sebagai bunyi apabila tidak ada yang mendengar?

Bunyi adalah gelombang yang dapat terdengar, meski tidak semua jenis bunyi dapat didengar oleh telinga manusia, tetapi adanya penerima yang berada pada jangkauan bunyi merupakan salah satu faktor terjadinya bunyi.

Sifat-sifat Bunyi

contoh gelombang longitudinal
Contoh gelombang longitudinal

Untuk mengenali bunyi lebih dalam lagi, hal yang pertama kali harus kita lakukan adalah mengenali sifat-sifat bunyi. Ada setidaknya enam sifat dari bunyi yang harus kita ketahui, yaitu:

1. Gelombang bunyi memerlukan medium

Karena bunyi merupakan gelombang yang bergerak, maka dalam pergerakannya, gelombang bunyi memerlukan media penghantar, sebagaimana yang telah disampaikan di atas. Tanpa adanya media penghantar yang berupa zat gas, cair, dan padat, gelombang bunyi tidak dapat tersampaikan.

Contohnya adalah astronot di luar angkasa yang hampa udara. Di ruang hampa udara, bunyi tidak dapat terdengar, meski ada sumber bunyinya. Ini karena di luar angkasa tidak ada media penghantar bunyi (dalam hal ini udara).

2. Gelombang bunyi dapat dipantulkan

Di antara sifat-sifat bunyi adalah dapat mengalami pemantulan (refleksi), ini karena bunyi merupakan gelombang longitudinal, sifat umum gelombang (seperti wi-fi, ombak, dll) adalah dapat dipantulkan. Begitu juga dengan bunyi.

Sebagaimana jenis gelombang yang lain, hukum pemantulan pada bunyi juga sama, yaitu sudut datang = sudut pantul. Inilah mengapa jika kamu berbicara di ruangan tertutup, akan terjadi yang namanya gema (gaung), itu karena pantulan yang dihasilkan bersamaan dengan bunyi asli.

3. Gelombang bunyi dapat dibiaskan

Salah satu sifat gelombang yang juka berlaku pada bunyi adalah mengalami pembiasan (refraksi). Contohnya adalah fenomena petir yang terdengar lebih keras pada malam hari dibanding siang. Ini karena suhu udara atas pada siang hari lebih dingin dibanding suhu udara bawah. Sementara pada malam hari sebaliknya.

Suhu udara yang lebih panas menyebabkan bunyi mengalami pembiasan, sehingga suara yang dihasilkan tidak sekeras suara aslinya.

4. Gelombang bunyi termasuk gelombang longitudinal

Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah rambatnya sejajar/sama dengan arah getarnya. Maksudnya, jika arah getarnya ke arah kanan, maka gelombang bunyi ini akan merambat ke arah kanan sampai mengecil, mengecil, dan kemudian habis. Seperti ombak.

5. Gelombang bunyi mengalami pelenturan

Gelombang bunyi dapat mengalami pelenturan (difraksi) dengan mudah. Ini karena gelombang bunyi di udara memiliki panjang dalam rentang sentimeter sampai beberapa meter. Nah, gelombang yang panjang itu akan lebih mudah mengalami difraksi.

Contohnya adalah ketika kita mendengar suara mesin mobil di belokan, meski kita belum melihat mobilnya, tapi kita sudah dapat mendengar suaranya. Ini karena gelombang bunyi lebih dulu sampai kepada penerima ketimbang kecepatan mobil.

6. Gelombang bunyi mengalami perpaduan

Salah satu sifat dari sifat-sifat bunyi adalah dapat mengalami perpaduan (interferensi). Maksudnya adalah, bunyi yang kita dengar dari dua buah sumber yang berbeda, namun apabila memiliki frekuensi yang sama, maka kita akan mendengarnya lebih keras lagi.

Contohnya, dua buah loudspeaker atau headset menyetel sebuah lagu. Biasanya, speaker atau headset tersebut akan memisahkan antara suara 1 dengan suara 2 nya. Meski begitu, kita tidak kesulitan mendengarnya karena suara 1 dan suara 2 masih memiliki frekuensi yang sama.

Pengertian resonansi

sifat-sifat bunyi
Garpu tala adalah salah satu instrumen resonansi

Resonansi adalah fenomena ikut bergetarnya suatu benda yang diakibatkan oleh adanya getaran dari benda lain. Getaran dari benda lain tersebut dapat ikut menggetarkan suatu benda sehingga menghasilkan bunyi baru. Contohnya adalah garpu tala.

Jenis-jenis bunyi

sifat-sifat bunyi
Contoh jenis bunyi ultrasonik

Berdasarkan tingkat kekuatan frekuensinya, gelombang bunyi dapat dibagi menjadi tiga jenis. Jenis-jenis bunyi tersebut adalah infrasonik, audiosonik, dan ultrasonik.

1. Infrasonik

Bunyi infrasonik, yaitu bunyi yang frekuensi getarannya di bawah 20 Hertz, suara infrasonik dapat didengar oleh anjing, jangkrik, angsa, serta kuda.

2. Audiosonik

Bunyi audiosonik adalah bunyi yang frekuensi getarannya mulai dari 20 sampai dengan 20.000 Hertz (getaran per detik), frekuensi bunyi ini adalah rentang bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia.

3. Ultrasonik

Sementara itu bunyi ultrasonik hanya dapat didengar oleh hewan seperti kelelawar dan lumba-lumba. Frekuensi getaran ultrasonik adalah semua bunyi yang frekuensinya di atas 20.000 Hertz.

Manfaat Gelombang Bunyi

manfaat gelombang bunyi
Pemanfaatan gelombang bunyi

Dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari, ada banyak sekali manfaat gelombang bunyi yang kita rasakan. Beberapa di antara manafaat gelombang bunyi adalah:

  • Untuk mengukur kedalaman laut (menggunakan bunyi ultrasonik)
  • Untuk mendeteksi janin dengan alat USG (menggunakan gelombang infrasonik)
  • Untuk melakukan deteksi awal keretakan sebuah logam
  • Untuk mengukur ketebalan sebuah benda
  • Sebagai alat navigasi kapal selam, dan masih banyak lagi

Bagaimana? Belajar fisika menyenangkan, bukan? Supaya lebih menyenangkan lagi, kamu juga bisa belajar mengenai bunyi dengan cara menonton video di bawah ini lho. Selamat belajar!

Bagikan:

Leave a Reply