Sejarah Persija & Jakmania

Sejarah berdirinya Persija – Orang bilang, bangsa yang besar adalah bangsa yang gak lupa sama sejarahnya. Memang benar, sejarah sebagai bagian dari identitas suatu kelompok, sangat berperan besar dalam membentuk kebanggaan dalam diri anggotanya.

Bangsa Indonesia, dengan mengetahui sejarah Indonesia, bakal menumbuhkan semangat nasionalisme di dalam dirinya.

Tulisan di bawah ini insya Allah bakal sedikit nerangin gimane awalnye Persatuan Sepakbola Indonesia Jakarta atawa Persija ini bisa berdiri.

Fakta tentang sejarah berdirinya Persija ini kebanyakan gw dapetin dari tulisan Bung Ferry Indrasjarief dan Bang Gerry Anugrah Putra. Kalau ente mau tau sejarah Persija yang lebih kumplit, langsung aje ke facebook atau tumblr nya beliau.

Sejarah Berdirinya Persija Jakarta

sejarah berdirinya persija
Jajaran pengurus Persidja pada masa awal berdirinya

Jadi, pada jaman dulu, tahun 1928, pernah ada kejadian kebakaran besar di daerah Gang Bunder, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Korbannya waktu itu terhitung banyak. Warga Jakarte sebagai inlanders di daerah tersebut kagak tinggal diem dong. Akhirnye mereka memutuskan untuk membantu para korban kebakaran.

Caranye, mereka keliling tuh buat ngumpulin dana. Sembari mengumpulkan dana, mereka juga berniat menggunakan Lapangan Hercules untuk menampung para korban sementara. Tapi sayang niat baik para engkong kite ini nggak digubris sama Belanda.

Memang pada zaman kumpeni itu ada yang namanya diskriminasi terhadap kaum pribumi, termasuk dalam bidang olahraga, sepakbola kususnya. Mereka para pribumi tidak diperbolehkan bermain di lapangan atau dengan klub-klub Belanda.

Tapi yang namanye niat baik pasti ada jalannye. Niat awal yang tadinya mau membantu para korban kebakaran akhirnya justru melahirkan sebuah klub bola pribumi bernama Voetbalbond Indonesische Jacatra atau yang disingkat VIJ.

Tepat pada tanggal 28 November 1928, VIJ yang menjadi cikal bakal Persija berdiri. Satu bulan sebelum sumpah pemuda. Banyak yang mengaitkan berdirinya VIJ ini merupakan salah satu penyebab bangkitnya semangat pemuda pas waktu itu.

Karena di situlah letak nasionalismenya. Ente lihat kan, kenapa mereka para orang tua kite dulu memilih nama VIJ, bukan VIB. Lebih bangga pake nama Jacatra ketimbang Batavia.

Selang beberapa waktu, VIJ akhirnya mempunyai lapangan sendiri. Pelopor pengembangan VIJ di masa awalnya adalah seorang tokoh besar Betawi yang juga pahlawan nasional, engkong kite Muhammad Husni Thamrin.

Waktu itu, engkong M.H. Thamrin memberi pinjaman 2,000 gulden buat membeli dan ngebangun stadion VIJ di Jakarta Pusat. Sampe sekarang kite masih bisa ngeliat lapangan tersebut, tepatnya di Jalan Biak, Petojo.

Banyak kejadian penting di Lapangan Petojo yang gak banyak orang tau. Misalnya, dulu tahun 1932 pernah diadain pertandingan final kejuaraan PSSI antara VIJ vs PSM Mataram di lapangan ini.

Waktu itu, Bung Karno diminta buat melakukan tendangan kehormatan sebagai simbolisasi pembukaan pertandingan. Padahal, beliau waktu ntu baru keluar dari penjara Sukamiskin Bandung. Keren ye.

VIJ pada masa awalnya dibina oleh tokoh-tokoh nasional, M.H. Thamrin, Dr. Kusumah Atmadja, Mr. Samsudin, Dr. A. Halim, dan Mr. Hardi. Selang beberapa kali penggantian ketua, akhirnya pada tahun 1942 VIJ diketuai oleh Jusuf Jahja.

Di masa kepemimpinan beliau inilah, Voetbalbond Indonesische Jacatra berganti nama menjadi Persatuan Sepakbola Indonesia Jakarta atau Persija. Yaitu tahun 1950.

Sejarah Berdirinya The Jakmania

sejarah berdirinya persija
The Jakmania di Stadion Lebak Bulus

The Jakmania adalah fans club dari supporter Persija Jakarta yang berdiri pada tanggal 17 bulan Desember 1997. Ide awal dibentuknya The Jakmania sebetulnya merupakan bentuk aspirasi dari beberapa kelompok pendukung Persija pada waktu itu.

Sebelum adanya The Jakmania, para pendukung Persija Jakarta merupakan kelompok-kelompok umum yang tidak begitu terorganisir. Ada segerombolan mahasiswa, ada anak-anak SMP, SMA, bahkan pada masa pemerintahannya, Bang Yos pernah mengarahkan warga Jakarta untuk rame-rame nonton Persija.

Untuk menjawab keresahan ini, beberapa ketua dari beberapa kelompok penonton Persija waktu itu sepakat untuk berkumpul membahas pembentukan fans club. Ada Gugun Gondrong yang waktu itu punya kelompok supporter sendiri. Ada Bung Ferry yang waktu itu masih di Commanders. Ada juga Bang Mahir, Bang Herry, Revi, Bambang, dll.

Bertempat di Mess Persija waktu itu di Graha Wisata Kuningan, dipimpin oleh Diza Rasyid Ali dan Mimi Alkamar serta Bung Eddy Supadmo, para peserta pertemuan langsung diminta buat menunjuk satu orang ketua. Terpilihlah Bang Muhammad Gunawan atau yang lebih dikenal dengan Gugun Gondrong.

Setelah terpilih dan terbentuk susunan kepengurusan, duo manajer Persija Diza Ali Rasyid dan Mimi Alkamar langsung secara spontan menyumbang masing-masing 1 juta rupiah.

The Jakmania mempunyai sekretariat yang berada di Stadion Lebak Bulus. Di kantor sekretariat inilah yang biasa dipake The Jak untuk kumpul ngebahas perkembangan The Jakmania serta rapat-rapat kepengurusan. Di sini juga biasanya para anggota melakukan registrasi anggota baru.

Sayangnya, kini Stadion Lebak Bulus udah nggak ada. Udah dibongkar sama pemerintah dan lahannya akan digunakan untuk dipo MRT. 🙁

Mengenai lambang, adalah Bang Edi Supadmo humas Persija waktu itu yang punya ide. Bang Edi mengusulkan sebuah formasi jari jempol dan telunjuk yang membentuk huruf ‘J’, sebagai simbol The Jakmania.

Nah itulah sekilas tentang sejarah berdirinya Persija dan The Jakmania yang gw tau. Selain The Jakmania, masih banyak lagi supporter Persija kayak Jakantor, Jakampus, Orange Street Boys, O2, Barrabravas Manggarai, Tigri Nido 1928, Tiger Bois, GK, ULT(5)RAS, dll.

Meski berbeda-beda komunitas dan aliran, satu hal yang pasti adalah, semuanya sama-sama mendukung satu tim yaitu Persija.

Semoga bisa bermanfaat ye Jak. Sajete!

Galeri Foto Sejarah Persija

sejarah persija
Kesebelasan VIJ dari Jakarta
pemain VIJ Jakarta
Skuad pemain VIJ Jakarta saat melawan PSIB Bandung tahun 1933
foto-foto sejarah persija
Riuh ramai penonton di Stadion Persidja, Menteng
foto sejarah persija
Bapak Yusuf Yahya sedang membacakan riwayat Persija
foto sejarah VIJ Persija Jakarta
Perayaan 60 tahun Persija
skuad persija di stadion menteng
Skuat Persija di Stadion Menteng. Persija is red!
gambar sejarah persija
Tabloid ‘Bola Persija’ tahun 1987
foto sejarah persija jakarta
Persija 47 tahun
Foto sejarah persija
Skuad Persija berfoto di Menteng tahun 1994
foto sejarah lahirnya persija
Kenangan Persija dan The Jakmania saat menempati Stadion Lebak Bulus
foto-foto sejarah persija
Coretan dinding Ayah Rico di sisa-sisa puing kehancuran Stadion Lebak Bulus

Leave a Reply