15 Rempah-rempah Terbaik Dunia ini Berasal dari Indonesia

3 min read

Sejak zaman dahulu, nusantara dikenal sebagai gudangnya rempah-rempah terbaik di dunia. Oleh sebab itu pula bangsa Eropa datang untuk menguasai nusantara beratus tahun silam. Kekayaan dan keanekaragaman rempah khas Indonesia membuat cita rasa kuliner nusantara menjadi salah satu kuliner paling lezat di dunia.

Sayangnya, banyak dari kita yang tidak mengetahui apa saja sih rempah-rempah khas Indonesia dan apa manfaatnya. Padahal, Indonesia memiliki banyak rempah-rempah yang menjadi incaran negara-negara di belahan dunia lain.

Oleh sebab itu, sudah sepatutnya kita mengenal dan memperkenalkan rempah-rempah khas nusantara ini kepada anak cucu kita, agar warisan kekayaan cita rasa nusantara ini tidak hilang begitu saja.

1. Pala (Myristica fragrans)

rempah-rempah indonesia

Pala adalah rempah-rempah khas Indonesia yang berasal dari Maluku, tepatnya di kepulauan Banda. Pala memiliki banyak kegunaan, di antaranya digunakan sebagai penyedap rasa pada kue, roti, sayuran, puding, bahkan sebagai campuran parfum dan sabun.

Ya, selain untuk bumbu masak, pala juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran pada minyak wangi dan sabun. Ini disebabkan karena pala mengandung 7-14 % minyak atsiri, yang membuatnya memiliki wangi yang begitu khas.

2. Bunga Telang (Asian pigeonwings)

Bunga Telang

Bunga cantik yang satu ini cukup mudah untuk ditemui di beberapa tempat di Indonesia, bahkan banyak juga ditemukan bunga telang yang tumbuh liar. Bunga yang memiliki warna biru menyala ini dimanfaatkan sebagai pewarna makanan alami untuk warna biru.

Untuk mendapatkan warna biru yang pekat, dibutuhkan mahkota bunga telang dalam jumlah yang cukup banyak. Bung telang dapat digunakan dalam keadaan segar maupun sudah dikeringkan.

3. Adas (Foeniculum vulgare Miller)

rempah nusantara

Sudah sejak lama, adas dikenal sebagai ramuan pengobatan tradisional nusantara. Misalnya saja dalam pembuatan minyak telon. Salah satu bahan utama dalam membuat minyak telon adalah minyak adas. Tanaman adas tidak hanya dimanfaatkan sebagai obat saja, namun juga sebagai bumbu pada masakan.

Aroma harum yang khas yang dimiliki oleh tanaman adas biasanya dimanfaatkan sebagai penambah aroma pada masakan, seperti sup, kari, atau gulai. Untuk mengeluarkan aromanya, cukup sangrai biji adas sampai harumnya keluar.

4. Bunga Lawang (Star anise)

rempah khas nusantara

Bunga lawang dikenal juga dengan nama pekak. Rempah-rempah Indonesia yang satu ini juga digunakan dalam masakan-masakan oriental dan masakan India. Di Indonesia, bunga lawang biasanya digunakan dalam kuliner khas Aceh, Padang (Minangkabau), Jawa, dan juga Bali.

Secara rasa, bunga lawang memiliki rasa yang mirip dengan tanaman adas. Selain untuk bumbu dapur, bunga lawang juga dapat digunakan sebagai campuran pada minuman teh.

5. Asam Jawa (Tamarindus indica)

rempah khas indonesia

Siapa yang tak kenal sayur asam? Sayur yang menjadi favorit banyak masyarakat Indonesia tersebut dibuat dengan bahan ini lho. Namanya asam Jawa. Dari namanya saja, kita sudah tau bahwa ini merupakan rempah-rempah Indonesia.

Asam Jawa, sesuai namanya, memiliki rasa yang asam, dan biasanya dimanfaatkan sebagai pemberi rasa asam pada makanan. Selain untuk makanan, asam jawa juga seringkali dimanfaatkan sebagai obat, bahan baku jamu, dan juga permen.

6. Kecombrang (Etlingera elatior)

rempah nusantara

Kecombrang adalah jenis bunga yang dapat dikonsumsi sebagai rempah dan juga lalapan. Misalnya saja, di daerah Jawa Barat, kecombrang sering dijadikan sebagai lalapan. Sementara itu, di daerah Banyumas, kecombrang digunakan sebagai kulupan dalam sajian pecel.

Selain digunakan sebagai lalapan, di beberapa daerah seperti Bali dan Sukabumi, kecombrang digunakan untuk membuat sambal. Kecombrang dikenal juga sebagai bunga honje. Memiliki warna agak kemerahan dan berbentuk seperti bonggol yang mengerucut ke atas.

7. Vanili (Vanilla planifolia)

rempah ala nusantara

Rempah-rempah Indonesia yang paling dicari di dunia adalah vanili atau sering juga disebut vanilla. Vanili adalah bubuk yang dihasilkan dari buah tanaman vanili (Vanilla planifolia) yang berbentuk polong dan memiliki aroma yang sedap dan biasanya digunakan untuk makanan seperti roti dan kue, atau juga minuman.

8. Kemukus (Piper cubeba L.)

Pamor kemukus di negeri asalnya sepertinya kurang terlihat, mengingat fungsinya yang tidak sebanyak asam jawa atau kecombrang. Namun sebenarnya, kemukus memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah sebagai penghasil minyak atsiri.

Kemukus masih memiliki hubungan kerabat dengan lada. Di Indonesia, kemukus tumbuh di wilayah pulau Jawa dan Sumatera. Ingat nama daerah Gunung Kemukus di Sragen? Ya, nama tersebut diberikan karena di wilayah tersebut banyak ditemukan pohon kemukus.

9. Daun Gedi (Abelmoschus manihot)

Bagi orang Sulawesi Utara, tanaman ini sudah biasa dikonsumsi sebagai bahan sayuran, namanya sayur yondok. Selain dikonsumsi sebagai sayur, daun gedi juga dimanfaatkan untuk membuat makanan khas Manado yaitu bubur Manado.

Daun gedi memiliki rasa yang gurih, bentuk daunnya hampir persis seperti daun singkong, memiliki cabang berbentuk seperti 5 jari. Daun Gedi sudah lama dimanfaatkan oleh masyarakat dunia karena memiliki kandungan vitamin A, serat, dan zat besi yang tinggi.

10. Kapulaga (E. cardamomum)

Kapulaga merupakan keluarga jahe-jahean yang bermanfaat untuk obat dan juga bumbu masak. Tanaman ini tumbuh di wilayah Indonesia, India, Nepal, Bangladesh, dan juga Bhutan. Meski bentuknya hanyalah biji-bijian yang berukuran kecil, namun kapulaga merupakan salah satu rempah-rempah termahal di dunia.

11. Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium)

Masyarakat Batak pasti sudah familiar dengan rempah-rempah Indonesia yang satu ini. Ya, Andaliman adalah salah satu bumbu khas yang digunakan dalam banyak masakan Batak. Maka dari itu, banyak juga yang menyebut andaliman dengan sebutan ‘merica batak’.

Andaliman merupakan tanaman keluarga jeruk-jerukan, dan tanaman ini dapat memberikan sensasi rasa yang ‘menggigit’ apabila digunakan dalam masakan. Contohnya, masakan khas Batak yang menggunakan andaliman adalah arsik dan saksang. Itulah yang menjadi rahasia mengapa saksang sangat difavoritkan oleh masyarakat Batak.

12. Pulosari (Alyxia stellata)

Pulosari, pulasari, atau palasan adalah rempah-rempah yang dapat tumbuh liar di hutan dan juga di ladang-ladang pegunungan. Ciri-cirinya adalah batang yang berwarna putih, dan rasanya pahit. Biasanya, pulosari digunakan untuk bumbu masakan ikan dan kari.

Selain untuk bumbu masak, tanaman ini juga memiliki banyak khasiat untuk kesehatan, seperti mengobati sariawan, kencing nanah, keputihan, demam, batuk, dan menambah nafsu makan. Oleh karena itu, tanaman ini juga banyak dimanfaatkan sebagai jamu tradisional.

13. Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.)

Kayu secang adalah kayu yang berasal dari pohon secang atau sepang yang diiris-iris dan dikeringkan. Umumnya irisan kayu secang dibuat untuk pewarna pada masakan. Selain itu, irisan kayu secang juga sangat bermanfaat untuk kesehatan. Contohnya adalah wedang uwuh, minuman khas Yogyakarta yang diramu dengan irisan kayu secang.

14. Cengkeh (Syzgium aromaticum)

Salah satu rempah-rempah Indonesia yang paling diincar oleh bangsa Eropa pada zaman dahulu adalah cengkeh. Tanaman yang berasal dari Maluku ini memang memiliki khasiat yang luar biasa. Cengkeh dapat digunakan sebagai bumbu masak, bahan campuran jamu, dan juga kretek.

Leave a Reply