Pengertian Lingkungan Hidup dan Unsurnya

Tahukah kamu apa itu lingkungan hidup? Apa saja unsur-unsurnya? Bagaimana cara kita memanfaatkan lingkungan hidup? Apa saja kerusakan lingkungan hidup yang dapat terjadi? Daripada penasaran, yuk kita bahas satu-persatu.

Pengertian Lingkungan Hidup

Pengertian Lingkungan Hidup, Unsur, serta Konsepnya 2

Pengertian lingkungan hidup menurut UU No. 4 Tahun 1982 adalah kesatuan ruang dengan semua benda, keadaan, daya, dan makhluk hidup, termasuk juga manusia dan perilakunya yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan serta kesejahteraan manusia dan juga makhluk hidup lainnya.

Berdasarkan pengertian lingkungan hidup tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada unsur-unsur yang menyusun lingkungan hidup yang saling memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Secara keseluruhan, unsur lingkungan hidup terbagi menjadi tiga, yaitu: unsur biotik, unsur abiotik, dan unsur sosial-budaya.

Unsur-unsur Lingkungan Hidup

Pengertian Lingkungan Hidup, Unsur, serta Konsepnya

Merujuk dari pengertian lingkungan hidup yang terkandung dalam Undang-undang No. 4 Tahun 1982, unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi 3 unsur utama, yaitu:

1. Unsur Biotik

Unsur biotik adalah unsur yang hidup yang ditandai dengan adanya ciri-ciri makhluk hidup seperti bernapas, membutuhkan makanan, serta tumbuh dan berkembang biak. Contohnya adalah manusia, hewan, dan tumbuhan.

Unsur biotik dalam lingkungan hidup diklasifikasikan menjadi 3 bagian, yakni produsen, konsumen, dan pengurai (dekomposer)Secara umum, unsur biotik juga dapat dibagi ke dalam kelompok produsen, konsumen, dan pengurai.

  1. Produsen adalah makhluk hidup atau organisme yang memiliki kemampuan untuk dapat membuat makanan sendiri dengan mengubah zat anorganik menjadi zat organik. Organisme ini disebut juga organisme autotrof. Proses ini hanya dapat dilakukan oleh tumbuhan yang memiliki klorofil, yaitu dengan cara fotosintesis. Contoh: lumut, algae, dan tumbuh-tumbuhan.
  2. Konsumen adalah makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanannya sendiri atau yang disebut heterotof. Untuk memenuhi kebutuhan makannya, konsumen bergantung kepada organisme autotrof seperti tumbuhan (herbivora), atau juga kepada sesama heterotof (omnivora dan karnivora).
  3. Pengurai (dekomposer) merupakan makhluk hidup yang dapat menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme yang sudah mati menjadi bahan anorganik, yang nantinya akan digunakan oleh produsen dalam mengolah makanannya. Contoh pengurai adalah jamur dan bakteri.

2. Unsur Abiotik

Unsur abiotik adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda mati (bukan makhluk hidup). Misalnya, udara, air, tanah, cahaya, iklim, awan, dan sebagainya.

Meski tidak terdiri dari makhluk hidup, keberadaan unsur abiotik dalam sebuah ekosistem lingkungan hidup memiliki peran yang amat besar dalam menunjang keberlangsungan hidup dari suatu organisme biotik. Tanpa adanya unsur abiotik, unsur biotik pun tidak dapat hidup dengan sempurna.

3. Unsur Sosial-Budaya

Selain unsur biotik dan abiotik di atas, manusia sebagai bagian dari makhluk hidup juga membutuhkan unsur sosial dan budaya dalam kehidupan berinteraksi sesama manusia. Wujud unsur sosial-budaya antara lain adalah nilai, norma, gagasan, keyakinan, dan konsep dalam menginterpretsikan perilakunya terhadap lingkungan.

Kondisi fisik manusia tidak dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan sehingga manusia harus memanfaatkan lingkungan berdasarkan kebutuhannya. Misalnya, di lingkungan yang beriklim dingin, manusia membutuhkan jaket tebal dan penghangat ruangan. Dan untuk mempercepat proses produksinya, maka dibuatlah mesin produksi, dan seterusnya.

Pemanfaatan Lingkungan Hidup

Pengertian Lingkungan Hidup, Unsur, serta Konsepnya 3

Dalam menunjang hidupnya, manusia memanfaatkan lingkungan hidup untuk dapat bertahan. Unsur lingkungan hidup yang dapat dimanfaatkan disebut Sumber Daya Alam (SDA). Akan tetapi, sumber daya alam memiliki keterbatasan dalam kualitas dan kuantitasnya.

Ada Sumber Daya Alam yang dapat diperbaharui, contohnya seperti udara, air, dan kayu. Ada pula Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui, misalnya minyak bumi dan gas. Minyak bumi dan gas bukannya tidak dapat diperbaharui, bisa, akan tetapi membutuhkan waktu yang sangat lama, ratusan bahkan ribuan tahun.

Manfaat lingkungan hidup bagi manusia antara lain:

  1. Laut dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan, sarana pariwisata, sarana ilmu pengetahuan dan transportasi.
  2. Tubuhan dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan, bahan pakaian, bahan bangunan, obat-obatan, dan juga sebagai pembersih udara alami.
  3. Minyak bumi dan gas alam dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar minyak, bahan bakar gas, bahan bakar untuk memasak, dan juga sebagai bahan baku aspal untuk pembuatan jalan.

Meski begitu, pemanfaatan sumber daya alam tidak bisa dengan semena-mena, akan tetapi tetap harus sesuai dengan kebutuhan, tidak bersifat mengeksploitasi, dan tetap memerhatikan aspek AMDAL.

Kerusakan Lingkungan Hidup

Pengertian Lingkungan Hidup, Unsur, serta Konsepnya 4

Sayangnya, pemanfaatan SDA untuk memenuhi kebutuhan manusia yang semakin tinggi membuat keberadaan persediaan sumber daya alam semakin menipis, dan tentu saja akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan manusia itu sendiri. Beberapa contoh kerusakan lingkungan hidup yang kita alami adalah:

  1. Terjadinya pencemaran udara yang mengakibatkan kualitas udara yang buruk, sehingga mengganggu pernapasan.
  2. Pencemaran tidak hanya terjadi pada udara saja, tapi juga pencemaran air, pencemaran tanah, pencemaran cahaya, dan pencemaran suara.
  3. Terjadinya global warming atau pemanasan global. Menipisnya lapisan ozon yang memfilter sinar ultraviolet semakin menipis bahkan berlubang, akibatnya suhu di bumi meningkat. Es di kutub mencair, curah hujan meningkat, terjadi banjir, iklim yang berubah, dll.
  4. Hilangnya keanekaragaman hayati dan peningkatan risiko punahnya satwa serta tumbuhan liar.
  5. Terjadinya pengasaman laut sebagai dampak dari penebangan hutan secara berlebihan. Hutan sebagai paru-paru dunia sangat penting sekali perannya dalam mengubah CO2 menjadi O2. Apabila jumlah hutan semakin berkurang, maka CO2 semakin tak terkendali dan mengakibatkan pengasaman laut.

Pelestarian Lingkungan Hidup

Pengertian Lingkungan Hidup, Unsur, serta Konsepnya 1

Lalu bagaimana cara kita untuk menjaga lingkungan hidup kita ini tetap lestari? Kualitas lingkungan hidup yang baik merupakan hal yang amat penting bagi kita, karena apabila lingkungan hidup sudah rusak, maka kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya juga akan terganggu, bahkan bisa punah.

Beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk melestarikan lingkungan hidup adalah sebagai berikut:

  1. Menggunakan tas belanja yang dapat digunakan berkali-kali instead of plastik kresek yang nantinya akan dibuang.
  2. Membuat pupuk kompos dari sampah-sampah organik di sekitar kita.
  3. Menanam pohon sebanyak-banyaknya. Saat ini telah banyak dilakukan kampanye menanam pohon di seluruh dunia, sebagai upaya mengurangi dampak dari global warming.
  4. Jangan menggunakan kendaraan bermotor apabila tidak terlalu dibutuhkan, kalau dekat lebih baik jalan kaki saja, atau kendaraan umum lebih baik. Karena selain lebih hemat BBM, kita juga telah mengurangi dampak polusi udara.
  5. Pisahkan sampah organik dan anorganik, pisahkan sampah-sampah yang bisa didaur ulang kemudian berikan kepada pengepul untuk diproses lebih lanjut.
  6. Kurangi konsumsi daging, karena faktanya, peternakan sapi menghasilkan gas metana yang jumlahnya tidak sedikit dan gas metana ini memiliki dampak yang sangat besar terhadap pemanasan global.
  7. Membentuk kawasan konservasi bagi satwa dan tanaman yang dilindungi, misalnya seperti suaka margasatwa atau taman nasional. Pemberian status bagi satwa dan tumbuhan ini juga merupakan bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Perjanjian Internasional Indonesia Mengenai Lingkungan Hidup

Indonesia termasuk dalam beberapa perjanjian mengenai lingkungan hidup, seperti: Perubahan Iklim, Biodiversitas, Spesies yang Terancam, Perlindungan Lapisan Ozon, Desertifikasi, Polusi Kapal, Hukum Laut, Dataran basah, Sampah Berbahaya, Larangan Ujicoba Nuklir, Perkayuan Tropis 83 dan 94, Perubahan Iklim – Protokol Kyoto (UU 17/2004), Perlindungan Kehidupan Laut (1958) dengan UU 19/1961.

Memahami pengertian lingkungan hidup, unsur-unsur lingkungan hidup, dampak serta kerusakan lingkungan hidup, serta bagaimana cara pelestarian lingkungan hidup merupakan sebuah langkah kecil yang dapat membuat kita menjadi lebih bijak dalam memanfaatkan lingkungan. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply