Mengapa Air Laut Asin?

Mengapa air laut asin? Pernahkah kamu membayangkan sedang terjebak di sebuah pulau kecil di tengah-tengah lautan? Apa yang akan kamu lakukan jika hal itu terjadi? Pertama, kamu mungkin akan mencari makanan, kemudian api, kemudian tempat berteduh, dan kemudian air.

Air?

Iya, benar. Meskipun kamu dikelilingi oleh lautan yang luas tak terbatas, kamu tidak akan mungkin mau meminum air laut. Sebagian dari kamu yang sudah pernah jalan-jalan ke pantai mungkin tahu alasannya kenapa kamu nggak bakalan mau minum air laut.

Tahu kenapa? Itu karena air laut rasanya asin!

Lalu mengapa air laut asin dan tidak bisa diminum?

mengapa air laut asin
Lagi haus, eh adanya cuma air laut

Baiklah, penjelasannya begini. Alasan mengapa air laut asin kalau terkena lidah, adalah karena air laut memiliki kandungan garam. Perbandingan air dan kandungan garam yang ada pada lautan itu seperti satu gelas air tawar dan satu sendok garam.

Kebayang kan asinnya gimana?

Kandungan garam di dalam air laut bervariasi, mulai dari 3% sampai 3.5%. Ini berarti, di dalam satu liter air laut terdapat 30 sampai 35 gram garam. Meski bukan seluruhnya merupakan garam dapur atau natrium klorida (NaCl).

Kenapa bisa ada garam di dalam air laut?

proses siklus air
Beginilah proses perpindahan mineral garam dari darat ke laut

Kita sudah pernah belajar tentang siklus hujan, bukan? Air menguap, uap membentuk awan, kemudian turun menjadi hujan, membasahi daratan, mengalir melalui sungai-sungai dan celah bebatuan, dan kemudian kembali lagi bermuara ke laut.

Dari situlah kandungan mineral yang membuat rasa air laut menjadi asin didapatkan. Ya, dari kandungan mineral yang terkandung di bebatuan yang dilalui air hujan dalam perjalanannya kembali menuju laut.

Masih bingung?

Bebatuan di dalam bumi ini mengandung mineral yang sangat banyak. Kita tahu beberapa merek air mineral kemasan bahkan mengambil airnya langsung dari mata air pegunungan, betul kan? Itu karena mata air pegunungan memiliki kandungan mineral yang sangat banyak.

Nah, dari sekian banyak mineral yang terkandung di dalam bebatuan bumi, terdapat kandungan mineral kalium dan natrium, yang merupakan mineral utama yang membentuk rasa asin.

Bersamaan dengan mineral-mineral lain, kalium dan natrium terbawa oleh air hujan yang meresap melalui celah-celah bebatuan, dan kemudian mengalir melalui sungai sampai ke laut.

Sementara itu, di seluruh dunia ini, ‘kan terdapat ribuan bahkan jutaan sungai besar dan kecil yang bermuara ke laut. Artinya, ada banyak sekali kandungan mineral kalium dan natrium yang setiap harinya berpindah dari darat ke laut, jadi jangan heran kalau air laut itu rasanya asin.

Air laut ‘kan menguap, kenapa rasa asinnya tidak berkurang?

pertemuan air tawar dan air asin
Pertemuan air tawar dan air laut

Nah, ini juga merupakan satu alasan yang kuat yang menyebabkan mengapa air laut asin. Sebenarnya, ketika air laut mengalami penguapan, kandungan garam yang ada di dalamnya tidak ikut menguap, melainkan tetap berada di laut. Yang menguap hanya kandungan H2O atau airnya saja.

Inilah alasan mengapa air hujan rasanya tidak asin seperti air laut, meskipun awan yang terbentuk sebelum akhirnya turun hujan merupakan kondensasi dari uap air yang berasal dari laut juga.

Namun demikian, air hujan tetap mengandung CO2 yang bersifat asam, yang mana pada proses selanjutnya akan terfiltrasi oleh tanah dan bebatuan, sehingga zat asam tersebut tertinggal dan kemudian menjadi mineral garam.

Proses ini telah berlangsung selama ribuan bahkan jutaan tahun lamanya. Sehingga, secara logika, sebenarnya kandungan mineral garam di dalam air laut terus bertambah, seiring dengan semakin banyaknya air yang menguap.

Mengapa air danau dan sungai tidak asin, padahal sama-sama melewati bebatuan?

air danau tawar
Air danau tidak asin

Sederhananya, air sungai dan air danau memiliki volume air yang tidak sebanyak air di laut. Sehingga kandungan garam yang dikandung air danau dan sungai tidak sampai membuat rasanya menjadi asin. Alih-alih memiliki rasa asin, mungkin malah akan kalah dengan bau amis dari ikan-ikan di dalamnya.

Faktanya, luas permukaan perairan air asin di planet ini jauh, jauh, lebih luas ketimbang perairan air tawar. Kalau dibuat persentase, perairan air asin (meliputi samudera, selat, dan teluk) memiliki luas 95.96% dari luas permukaan air di bumi. Sementara perairan air tawar hanya 4.04% saja.

Belum lagi, kedalaman permukaan laut dan permukaan danau yang juga berbeda. Laut memiliki kedalaman hingga ratusan bahkan ribuan meter, sedangkan kedalaman perairan danau dan sungai secara umum tidak sedalam itu.

Sebagai referensi tambahan mengenai penyebab mengapa air laut asin, mungkin kamu bisa lihat video keren dari channel YouTube Kok Bisa? ini.

Fakta mengenai laut mati, laut terasin di dunia

mengapung di laut mati
Berasa di sofa, bos?

Mungkin kamu pernah mendengar tentang keunikan laut mati yang terletak di perbatasan Yordania dan Israel. Katanya, siapapun akan dapat mengapung di sana meskipun tidak bisa berenang. Benarkah demikian?

Ya, benar!

Tingkat keasinan atau salinitas air laut di beberapa wilayah tidaklah sama, air laut dengan kadar salinitas terendah berada di daerah Bosnia dan Finlandia, yang merupakan bagian dari Laut Baltik.

Sementara itu, laut dengan kadar salinitas tertinggi berada di Laut Mati, dengan kadar keasinan 30% lebih tinggi dibanding rata-rata laut di seluruh dunia. Artinya, tingkat keasinan di Laut Mati ini sembilan kali lebih asin dibanding air laut biasa.

Inilah yang menyebabkan kita dapat mengapung dengan mudah di Laut Mati, meskipun kita tidak pandai berenang. Penasaran kan? Untuk membuktikannya, kita bisa cukup dengan melakukan percobaan sederhana menggunakan air, garam, dan telur. Ini merupakan percobaan yang cukup populer, mungkin beberapa dari kamu sudah pernah mencobanya.

Percobaan ini dilakukan dengan menuangkan air ke dalam gelas (jangan sampai penuh), kemudian masukkan telur ke dalam gelas berisi air tersebut. Umumnya, telur akan tenggelam ke dasar gelas. Kemudian, perlahan masukkan garam sesendok demi sesendok sambal diaduk. Apa yang kemudian terjadi? Ajaib! Telur akan terangkat sedikit demi sedikit, seiring dengan dilarutkannya garam ke dalam air.

Mengapa hal itu bisa terjadi?

percobaan telur dan air garam
Kadar salinitas memengaruhi gaya ke atas

Dasar dari percobaan ini adalah hukum Archimedes. Hukum Archimedes mengatakan, apabila suatu benda tercelup ke dalam air, benda tersebut tidak hanya mengalami gaya gravitasi karena beratnya, namun juga akan mengalami gaya ke atas yang terjadi karena volume benda, massa jenis air, dan percepatan gravitasi.

Dalam percobaan di atas, volume benda (telur) itu tetap, sementara massa jenis air diperbesar dengan melarutkan garam ke dalam air. Karena massa jenis air semakin tinggi dan volume benda (telur) tetap, maka akan menimbulkan gaya ke atas, semakin asin airnya, semakin tinggi pula massa jenisnya.

Sama seperti yang terjadi pada Laut Mati. Karena volume tubuh kita tetap, sementara massa jenis air di Laut Mati sangat tinggi, itu menyebabkan adanya gaya ke atas terhadap volume tubuh kita, sehingga tanpa harus pandai berenang pun, kita akan bisa mengapung jika ‘tercelup’ di dalam air tersebut.

Pertanyaannya, mengapa Laut Mati bisa seperti itu?

laut mati paling asin di dunia
Pengendapan garam di Laut Mati

Laut Mati terletak di perbatasan antara Yordania dan Israel, yang mana di wilayah tersebut memiliki curah hujan yang rendah, dan dengan tingkat penguapan yang sangat tinggi.

Karena panasnya suhu dan juga sedikitnya hujan yang turun di daerah tersebut, menyebabkan air yang berada di laut mati semakin hari semakin banyak yang menguap dan meninggalkan kadar garamnya.

Sebetulnya proses ini sama seperti proses yang terjadi di lautan pada umumnya, hanya saja proses itu terjadi lebih cepat di area Laut Mati karena faktor-faktor di atas. Selain itu, curah hujan yang rendah juga menyebabkan siklus perputaran air di wilayah Laut Mati lebih lambat, sehingga semakin memperbesar kandungan garam di laut tersebut.

Kesimpulannya…

penyebab air laut asin
Ikan keringetan, sob..

Laut memang menyimpan berjuta misteri yang selalu menarik untuk dibahas satu-persatu. Seperti misalnya mengapa air laut berwarna biru, ikan apa saja yang menghuni laut dalam, adakah hikmah tertentu di balik mengapa air laut asin, dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Air laut bisa menjadi asin bukan tanpa alasan, melainkan ada proses ilmiah yang membentuknya. Jadi, nanti kalau ada yang bertanya ke kamu “mengapa air laut asin?”, jangan jawab karena ikannya keringetan dikejar-kejar nelayan, ya! 🙂

 

2 thoughts on “Mengapa Air Laut Asin?

Leave a Reply