Majas Asosiasi

Majas adalah salah satu materi yang ada di dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Nah, kali ini kita akan membahas secara lengkap mengenai majas asosiasi. Apa sih yang dimaksud dengan majas asosiasi? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Majas Asosiasi

Majas asosiasi adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal berbeda, namun dianggap sama. Penggunaan majas ini bertujuan untuk memberikan kesan kepada pembaca atau pendengar. Majas Asosiasi biasanya ditandai oleh penggunaan kata laksana, bagaikan, seperti, bak, ibarat dan lain sebagainya.

Ciri-Ciri Majas Asosiasi

Ciri-ciri yang khas dari majas asosiasi yaitu menggunakan kata laksana, bak, bagaikan, seperti, ibarat dan lain sebagainya. Majas ini hampir sama dengan majas simile. Perbedaannya, majas simile dijelaskan secara langsung, sedangkan majas asosiasi dijelaskan secara tidak langsung.

Contoh Majas Asosiasi

Agar kamu lebih paham mengenai majas asosiasi, simak contoh dan penjelasan berikut ini :

Contoh 1 

  1. “Wajah Sindi bersinar bagaikan bulan purnama.

Penjelasan : Kalimat diatas mengimajinasikan bahwa Sindi memiliki wajah yang bersinar seperti bulan purnama. 

  1. “Semangatnya begitu membara seperti kobaran api”.

Penjelasan : Kalimat diatas menjelaskan bahwa seseorang memiliki semangat yang membara mirip seperti kobaran api.

  1. “Rambut ikal Vinda bagaikan ombak yang menari-nari di lautan”.

Penjelasan : Kalimat diatas membandingkan bentuk rambut Vinda dengan ombak yang menari-nari di lautan. Kedua hal tersebut sangatlah berbeda, baik dari jenis, sifat, ataupun karakteristik benda. Namun dapat kita lihat terdapat kesamaan pada kalimat diatas yaitu dalam hal wujud atau bentuk antara rambut dengan ombak. Sehingga rambut ikal Vinda dapat diimajinasikan sama seperti bentuk ombak yang sedang menari-nari di lautan.

  1. “Mata Dea bulat seperti bola pimpong”.

Penjelasan : Kalimat diatas mengimajinasikan bahwa Dea memiliki bentuk mata yang bulat seperti bola pimpong.

  1. “Ahmad berlari sangat kencang seperti cheetah”.

Penjelasan : Kalimat diatas mengimajinasikan bahwa Ahmad memiliki kecepatan berlari seperti seekor cheetah. Diimajinasikan seperti cheetah karena cheetah memiliki kecepatan yang kencang.

Contoh 2

  1. Silvi ingin sekali melanjutkan kuliah, tekadnya sudah seperti bara api.
  2. Anton dan Aziz bak pinang dibelah dua.
  3. Saiful berlari laksana pesawat jet.
  4. Kamu dan aku ibarat langit dan bumi.
  5. Pelukan ibu seperti hangatnya matahari.
  6. Rambutnya halus bak kain sutra.
  7. Kata-katanya sangat menyakitkan seperti pisau belati.
  8. Kulitnya kuning bersinar seperti mentari.
  9. Sekarang badanmu seperti gitar spanyol.
  10. Otaknya cerdas sekali seperti google.

Demikian ulasan ringkas mengenai majas asosiasi. Sebenarnya ada banyak sekali macam-macam majas dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kita akan membahasnya kembali di lain waktu. Semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Reply