Kriteria dalam Memilih Istri yang Baik Demi Rumah Tangga Sakinah

2 min read

Kriteria dalam memilih istri yang baik ada banyak. Mulai dari parasnya, keturunannya, hartanya, pendidikannya, agamanya, lingkungannya, sukunya, dan lain sebagainya. Sebagai calon pendamping hidup dan teman di kala suka dan duka, kita tidak dapat sembarangan menentukan kriteria calon istri.

Untuk itu, Rasulullah SAW telah memberikan panduan menentukan kriteria dalam memilih istri yang baik. Sebaik-baik pasangan hidup adalah dia yang dapat melengkapi diri kita dengan nilai-nilai ruhani dan jasmani.

Kiat memilih jodoh ini bukan hanya untuk kaum pria saja, akan tetapi, kaum wanita juga harus pandai-pandai dalam menentukan kriteria calon suami.

Beberapa hal yang dapat kamu jadikan kriteria utama dalam memilih istri yang baik yaitu:

1. Memiliki Akhlak dan Agama yang Mulia

kriteria dalam memilih istri

Beragama di sini maksudnya bukan hanya sekadar memeluk agama Islam saja, tetapi juga mengimplementasikan ajaran di dalamnya. Salah satu yang terpenting adalah soal akhlak. Karena kecantikan seorang wanita tidak dinilai dari parasnya, melainkan dari akhlaknya.

Akhlak yang baik tidak hanya kepada suami saja, namun juga kepada tetangga-tetangga dan masyarakat luas pada umumnya. Jadi, teruntuk para pria, jika ingin mendapatkan istri yang baik akhlak dan agamanya, perbaikilah akhlak dan agamamu terlebih dahulu.

Insya Allah, dari orangtua yang berakhlak baik, akan melahirkan generasi keturunan yang akhlaknya baik pula.

2. Sabar, Mengasihi, dan Menyayangi

Sebagai seorang calon ibu, sudah sepatutnya wanita memiliki sifat pengasih dan penyayang kepada suami, anak-anak, dan keluarga. Bisa mengatur emosi, tidak pemarah, tidak menyimpan dendam.

Wanita yang mudah marah, suka menyimpan kebencian dan dendam, perlu mengintrospeksi dan mengubah diri agar dapat menjadi penyejuk di tengah-tengah rumah tangga.

Sesungguhnya Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang. Rasulullah SAW melarang kita untuk marah, karena marah dapat menimbulkan keburukan-keburukan lain dan menjadi salah satu pintu masuk bagi setan ke dalam hati kita.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, pernah ada seorang lelaki berkata kepada Rasulullah SAW, “Berilah aku wasiat.” Kemudian Rasulullah menjawab, “Janganlah kamu marah.” Lelaki tersebut mengulang pertanyaan yang sama sampai beberapa kali, dan Nabi SAW tetap menjawab, “Janganlah kamu marah.”

Kemampuan untuk dapat menahan amarah ini dapat dilatih, memang prosesnya berbeda-beda pada tiap orang, ada yang mudah, dan ada pula yang sulit. Namun apabila sifat tersebut sudah terbentuk, itu akan menjadi senjata paling ampuh dalam mendidik anak. Ini juga berlaku bagi para calon suami.

3. Dapat Memberikan Keturunan yang Baik

Salah satu manfaat dan tujuan dari menikah adalah untuk tetap meneruskan garis keturunan kita. Oleh karena itu, memiliki istri atau suami yang sehat jiwa dan raganya juga merupakan hal yang mesti dipertimbangkan.

Sehat jiwa dan raga di sini juga melingkupi kesehatan reproduksi. Meski yang namanya anak keturunan adalah anugerah dari Allah, namun mempertimbangkan kesehatan reproduksi calon pasangan adalah bentuk dari ikhtiar kita. Tanpa hadirnya anak-anak, tentu rumah tangga juga akan sunyi, bukan?

4. Memiliki Silsilah Keluarga yang Baik

Nasab atau silsilah keluarga juga merupakan kriteria dalam memilih istri. Memiliki garis keturunan yang baik di sini maksudnya adalah si calon istri berasal dari keluarga yang baik, bukan maksudnya harus keturunan bangsawan atau anak orang kaya.

Berasal dari keluarga yang baik artinya ia dididik di dalam lingkungan yang baik dan terjaga dari hal-hal buruk. Misal, orangtua yang memiliki penyakit bisa menurun ke anaknya, atau orangtua perokok bisa juga meracuni si anak dengan asap rokoknya.

Semoga kita terhindar dari hal-hal semacam itu.

5. Tidak Ada Perbedaan yang Terlalu Jauh

kriteria dalam memilih istri

Salah satu kriteria dalam memilih istri adalah se-kufu’. Apa itu kufu’? Artinya, tidak ada gap atau jarak (di dalam perbedaan) yang terlalu jauh antara kamu dan calon istrimu. Baik itu dari segi pendidikan, keagamaan, visi, dan misi.

Adanya perbedaan yang terlalu jauh di antara kalian nantinya hanya akan menyulitkan jalannya rumah tangga yang harmonis. Maka dari itu, pilihlah calon pasangan yang sederajat atau sekufu’.

6. Bukan Berasal dari Keluarga Dekat

Menikah dengan sepupu diperbolehkan, karena sepupu bukanlah mahrom kita. Namun alangkah lebih baiknya apabila kamu memilih untuk menikah dengan keluarga jauh, atau bahkan orang yang berasal dari keluarga besar lain.

Tujuan lainnya yaitu dapat membangun hubungan keluarga yang lebih luas lagi, sebab menikah dengan orang yang berasal dari keluarga besar yang berbeda juga dapat menyatukan kedua keluarga besar tersebut.

Itulah tadi 6 kriteria dalam memilih istri berdasarkan apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Sebagaimanapun kita merencanakan, sesungguhnya rencana Allah jauh lebih baik lagi.

Teruntuk para lelaki yang masih berjuang mencari sembari memantaskan diri, semoga ikhtiar dalam memilih jodoh ini akan mengantarkan kalian kepada pilihan yang terbaik.

Leave a Reply