Jenis dan Macam-macam Genus Jamur yang Ada di Indonesia

2 min read

Jenis jamur yang ada di wilayah Indonesia sangat beragam, mulai dari jamur yang bisa dikonsumsi maupun jamur yang tidak dapat dikonsumsi alias beracun.

Jamur, kini telah dikenal oleh masyarakat umum sebagai salah satu tanaman yang dapat dikonsumsi dan dapat digunakan menjadi obat. Akan tetapi, ada beberapa jenis jamur yang memang tidak dapat dimakan karena kandungan racunnya.

Habitat jamur sering dijumpai pada tempat-tempat yang lembab dan saat musim penghujan.

Beberapa jenis jamur biasa tumbuh pada kayu-kayu yang telah lapuk, serasah, jerami, dan bahan organik yang lainnya. Umur hidup jamur tidaklah lama. Pada musim kemarau, jamur sulit ditemukan kecuali pada lantai-lantai hutan yang iklim mikronya masih sangat bagus.

Pengenalan terhadap jamur sudah merebak ke khalayak umum, akan tetapi tidak semua orang mengetahui kegunaan jamur karena masih terdapat banyak sekali jenis jamur yang belum teridentifikasi hingga saat ini.

Jamur dapat dimanfaatkan oleh survivor sebagai bahan makanan guna mengisi kebutuhan tubuhnya, hendaknya jamur yang ditemukan dan akan dikonsumsi oleh survivor tetap dimasak terlebih dahulu.

Bagian-bagian Jamur

jenis jamur

Ada beberapa bagian-bagian jamur dan bentuk yang beragam pula.

Tubuh buah jamur pada umumnya tersusun oleh bagian-bagian yang dinamakan tudung/cap (pileus), bilah (lamellae), kumpulan bilah (gills), cincin (annulus/ring), batang/tangkai (stipe), cawan (volva) dan sisik (scale).

Jenis-jenis jamur:

1. Jenis jamur dari genus Amanita

jenis jamur amanita

Tempat habitatnya yaitu tumbuh liar di hutan, tegalan dan pekarangan, jamur ini juga dapat ditemukan di antara jatuhan daun atau pada tanah humus.

Biasanya, racun yang terkandung pada amanita digunakan untuk meracuni ujung tombak atau senjata tajam lainnya.

Jenis jamur dari genus Amanita yakni Amanita Spisa yang memiliki ciri tubuh seperti payung, dengan tudung berwarna coklat tua dengan bintik-bintik putih, tidak memiliki cincin, tidak memiliki cawan.

2. Jenis jamur dari genus Boletus

jenis jamur boletus

Jenis jamur ini tumbuh liar di hutan, di antara jatuhan daun, di tanah berhumus, di pinggir kebun, dan terkadang di pekarangan rumah.

Ciri-cirinya memiliki tubuh buah menyerupai payung, tudung tebal dan bulat, batang berwarna (kecoklat-coklatan, kehitam-hitaman), tudung berwarna (coklat tua, kuning, atau coklat kekuning-kuningan), tidak bersisik, tidak bercincin dan tidak memiliki cawan.

3. Genus Coprinus

jenis jamur coprinus

Jenis jamur coprinus tumbuh liar di tempat penggilingan padi dan di bawah pohon pisang.

Ciri-ciri jamur coprinus yaitu apabila masih muda tudung berwarna putih atau putih kekuning-kuningan, putih kebiru-biruan atau putih gelap. Keseluruhan bagian tubuh maupun batang memiliki sisik, tidak bercincin, tidak bercawan.

Apabila sudah tua, tudungnya cepat hancur dan mengeluarkan cairan yang berwarna biru atau violet.

4. Genus Cortinarius

jenis jamur cortinarius

Genus jamur cortinarius umumnya tumbuh liar, banyak ditemukan di tumpukan daun dan tanah yang berhumus.

Tubuh buah berbentuk payung dengan batang berwarna (putih kekuning-kuningan, putih kebiru-biruan, atau putih gelap), tudung berwarna  macam-macam (putih kecoklatan, violet, biru atau kuning), tidak memiliki cincin, tidak memiliki bercak.

5. Genus Lactarius

jenis jamur lactarius

Jenis jamur dari genus lactarius tumbuh liar di hutan, kebun dan di pekarangan rumah.

Tubuh buah berbentuk payung terbuka ke atas, berbatang tebal, berwarna (coklat muda,kekuning-kuningan, coklat putih serta biru muda dengan bintik hitam atau garis-garis memanjang).

Ciri lainnya adalah tudung berwarna seperti batang, kadang-kadang disertai garis melingkar di atasnya, tidak memiliki cawan, tidak bercincin, tidak berbercak dan tidak bersisik.

6. Genus Lepiota

jenis jamur lepiota

Tumbuh liar di mana-mana. warna tudung kecoklat-coklatan, memiliki cincin, bersisik dengan warna cokelat tua pada keseluruhan tubuhnya, bentuk seperti Amanita tetapi lepiota mempunyai sifat racun yang sangat tinggi.

7. Genus Morchella

jenis jamur morchella

Habitat dari genus ini tumbuh liar pada timbunan daun atau menempel pada batang yang telah lapuk.

Memiliki bentuk tudung berbentuk payung tertutup, dengan tudung berwarna kuning tua, tidak memiliki cincin, batang putih kekuning-kuningan tanpa sisik yang jelas dan tidak memiliki cawan.

8. Genus Pholiota

genus jamur pholiota

Jamur dari genus pholiota tumbuh liar di antara timbunan daun yang berjatuhan atau menempel pada kayu yang telah lapuk.

Tudung buah mempunyai bentuk seperti payung dengan warna batang putih, kekuning-kuningan atau kuning dan ada kalanya kecoklat-coklatan dengan warna tudung sama seperti warna batang, tidak memiliki cincin, memiliki sisik pasa batangnya dan tidak memiliki cawan.

Biasanya, jenis jamur dari genus pholiota hidup secara berkelompok.

9. Genus Polyporus

jenis jamur polyporus

Jamur ini tumbuh liar, menempel pada batang kayu yang mati atau lapuk sedikit ditemukan pada permukaan tanah.

Polyporus memiliki bentuk tudung melebar berwarna (coklat, kuning, kehijauan ataupun merah), batang tidak jelas, tudung melebar kesamping dan tidak memiliki sisik.

Ada beberapa macam macam jamur dari genus ini.

Misalnya, Polyporus brumalis yang memiliki bentuk tudung melebar berwarna (coklat, kuning, kehijauan ataupun merah), batang tidak jelas, tudung melebar kesamping, tudung bersisik lembut.

Polyporus squamosus memiliki tudung melebar berwarna (coklat, kuning, kehijauan ataupun merah), batang tidak jelas, tudung melebar kesamping, tudung bersisik kasar.

Demikian penjelasan mengenai macam-macam genus jamur, semoga bermanfaat.

Leave a Reply