Menjadi Manusia yang Menyenangkan

Rasulullah SAW adalah sebaik-baiknya teladan, ia diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Salah satu aspek penting dalam menyempurnakan akhlak adalah bagaimana cara menjadi manusia yang menyenangkan di mata Allah dan di mata manusia.

Ada 11 tips jitu ala Rasulullah SAW yang bisa kamu lakukan agar kamu menjadi manusia yang menyenangkan. Berikut daftarnya:

1 – Pasang Wajah yang Selalu Ceria

Perlu diketahui bahwa Rasulullah SAW selalu menampilkan wajah yang ceria. Nabi yang mulia pernah bersabda,

“Janganlah terlalu membebani jiwamu dengan segala kesungguhan hati. Hiburlah dirimu dengan hal-hal yang ringan dan lucu, sebab bila hati terus dipaksakan memikul beban-beban yang berat, ia akan menjadi buta.” – HR. Abu Dawud

2 – Selalu Tersenyum dengan Ikhlas

Rasulullah SAW memiliki kebiasaan untuk selalu menampakkan senyum manis di wajahnya. Senyum Nabi SAW sangat menyenangkan siapapun yang melihatnya.

Bersabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, tabassamuka fii wajhi akhiika laka shadaqah. Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah.

Senyum yang dilandasi rasa ikhlas dapat menyentuh ke dalam hati siapapun, membuat wajah menjadi berseri dan awet muda. Senyum merupakan nikmat Allah yang besar bagi manusia yang mencintai kebaikan.

3 – Berkata Santun dan Lembut

 

Kosakata dalam bahasa yang kita gunakan ada banyak sekali. Pergunakanlah kosakata yang sopan dan sampaikanlah dengan cara yang lemah lembut, karena begitulah cara Rasulullah SAW berbicara.

Sehingga, hal itu membawa suasana yang damai dan menyenangkan di antara para sahabat dan orang-orang di sekitar beliau SAW.

4 – Suka Menyapa dan Menebar Salam

Mengucapkan salam itu sunnah, namun menjawabnya adalah kewajiban.

Meski begitu, selalulah menjadi orang yang pertama menyapa dan mengucap salam. Jabat tangan teman kita dengan penuh kehangatan, dan lepaskan jabatan tangan kita apabila telah dilepas oleh teman kita. Seperti itulah yang dicontohkan baginda nabi.

Apabila ada orang lain yang terlebih dahulu mengucapkan salam kepadamu, jangan pernah lupa untuk menjawabnya dengan sempurna, karena telah terkandung doa di dalamnya.

Alangkah indahnya bukan, kalau kita saling mendoakan saudara kita?

5 – Berperilaku Sopan dan Menghormati Orang Lain

Baginda Rasulullah SAW apabila berbincang dengan para sahabat selalu memberi hormat dan menaruh perhatian, ikut tersenyum apabila ada sesuatu yang lucu, ikut merasa takjub apabila ada sahabatnya yang bercerita tentang sesuatu yang menakjubkan.

Sehingga, setiap orang merasa bahwa dirinya sangat diutamakan oleh Nabi SAW. Sungguh akhlak beliau SAW adalah sebaik-baiknya akhlak.

6 – Memberi Pujian kepada Orang Lain

Apabila ada sesuatu pada diri orang lain yang layak dipuji, maka pujilah dengan penuh rasa ikhlas dan jujur, sembari mengingatkan akan kebesaran Allah, sehingga yang dipuji selalu ingat dari mana nikmat yang ia raih tersebut berasal.

Memuji orang lain juga akan membuat dirinya merasa bahagia karena telah diperhatikan dan diingatkan.

7 – Berpenampilan yang Indah

 

Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan. Kenakanlah pakaian yang rapi, wangi, dan cocok. Mengenakan pakaian yang indah bukan termasuk sebuah kesombongan. Nabi SAW bersabda,

“Jika Allah memberimu harta, maka tampakkanlah wujud dari nikmat-Nya dan pemberian-Nya itu pada dirimu” – HR. Abu Dawud.

Sedangkan yang dimaksud dengan sombong adalah mereka yang mengingkari kebenaran dan meremehkan (merendahkan) orang lain. (HR. Muslim)

Artinya, boleh memakai pakaian yang bagus bahkan hal tersebut merupakan sunnah apabila diniatkan untuk menampakkan nikmat yang Allah berikan serta mensyukurinya.

BUKAN untuk merendahkan orang lain yang tidak memiliki pakaian yang sebagus itu. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Baari 10/271.

8 – Selalu Memaafkan Kesalahan Orang

Kalau kita selalu merasakan ketidaktenangan di dalam hati yang terus-menerus, mungkin ini bisa jadi salah satu penyebabnya.

Bisa jadi, karena kita masih menyimpan rasa benci, kesal, marah, dendam, kepada orang lain.

Salah satu kunci agar hati menjadi tenang dan hidup menjadi tentram adalah dengan banyak-banyak memaafkan orang lain dan lebih banyak mengingat kebaikannya.

Dengan sifat mudah memaafkan orang lain, hati kita akan menjadi lebih sehat dan serasa tak ada beban, meskipun ada banyak orang yang melakukan kesalahan terhadap kita.

9 – Suka Memberi Hadiah

Saling berbagi hadiah kepada saudara, kerabat, teman, tetangga, terlebih kepada orang tua, akan menumbuhkan rasa kasih sayang di antara kita.

Jangan pernah takut miskin karena banyak memberi, karena Allah yang Maha Kaya telah memberikan jaminan kepada orang yang bersedekah dengan hati yang ikhlas.

10 – Suka Menolong dengan Ikhlas

cara menjadi manusia yang menyenangkan

Jika ada teman yang sedang dalam kesulitan, sudah sepatutnya bagi kita untuk menolongnya dengan segala kemampuan kita.

Bantulah dengan segenap harta, tenaga, waktu yang kita miliki. Kalau tidak bisa membantu dengan harta, bantulah dengan tenaga. Kalau belum bisa juga, kita bisa memberikan waktu kita untuk sekadar mendengarkan keluh kesahnya.

Yang penting ikhlas..

Seminimal-minimalnya, kita bisa membantu dengan doa. Jangan pernah pelit untuk mendoakan teman-teman kita. Yakinlah bahwa doa-doa baik yang kita peruntukkan untuk orang lain juga akan kembali kepada kita sendiri.

11 – Berbagi Ilmu dan Pengalaman

cara menjadi manusia yang menyenangkan

Ilmu itu ibarat harta. Ia tak akan habis ketika dibagikan, tapi justru akan bertambah dan bertambah.

Selain dengan harta, kita juga tidak boleh pelit dalam perihal ilmu. Jangan setengah-setengah dalam berbagi pengalaman dan ilmu yang kita miliki.

Sebagian dari kita mungkin akan merasa sedikit keberatan di dalam hatinya ketika berbagi ilmu. Terlebih, ilmu yang didapatkannya itu memerlukan biaya yang amat mahal.

Jangan takut berbagi ilmu dan pengalaman. Jangan takut orang lain akan lebih pintar dari kita. Justru berbahagialah, jika ilmu dan pengalaman yang kita bagikan dapat mengantarkan orang lain menuju kesuksesan.

Pahala jariyah yang terus mengalir ‘tuh.

Yakinlah, jika hidup kita dapat bermanfaat bagi orang lain, dan kita menjalaninya dengan penuh keikhlasan tanpa mengharap apapun kecuali ridha Allah, maka kita akan menjadi orang yang menyenangkan di hadapan manusia dan di hadapanNya. Insya Allah.

Leave a Reply