Cara Membuat Aquascape Sederhana Untuk Pemula

Membuat aquascape sederhana sebetulnya terbilang gampang-gampang susah. Yaaa sebagaimana hobi-hobi pada umumnya, membuat aquascape juga membutuhkan banyak waktu, dedikasi yang tinggi, dan juga pengetahuan yang mumpuni.

Tapi jangan khawatir, artikel ini akan sedikit memberikan pengetahuan dasar tentang membuat aquascape sederhana, mulai dari menentukan tema umum aquascape, bagaimana memilih tanaman yang cocok, dan tentu saja, memberikan tips-tips penting agar aquascape-mu tidak hanya indah dilihat, tapi juga ‘hidup’.

Apa itu Aquascape?

membuat aquascape sederhana
Aquascape adalah seni menanam di dalam air

Seni aquascape atau aquascaping dalam beberapa tahun belakangan ini mulai populer dan disukai orang banyak. Aquascape pada dasarnya adalah bercocok tanam di dalam air, yang mana juga membutuhkan teknik men-setting, mendekorasi, dan menyusun sebuah set ‘kebun’, seperti tanaman, air, bebatuan, kayu, dan lain-lain, menjadi sedemikian rupa sehingga nyaman dan menenangkan untuk dipandang manusia.

Namun, berbeda dari berkebun pada umumnya, membuat aquascape sederhana membutuhkan waktu lebih lama dan mungkin juga lebih sulit dalam perawatannya. Ya hadapi saja kenyataan tersebut, hahaha. Karena aquascaper sejati tahu bahwa merawat ikan itu lebih dari sekadar menaruhnya di dalam aquarium sembari memberi makan tiap hari, dan sebuah aquarium bukan cuma untuk sekadar pajangan semata. Betul tidak?

Nah, di samping menumbuhkan, memotong, dan merawat tanaman air, ber-aquascape juga membutuhkan sentuhan aspek lain seperti desain, layout, dan hal-hal lain terkait estetikanya. Membuat aquascape sederhana yang perfect memanglah sulit, terlebih jika tak didukung pendanaan yang kuat, hehehe. Tapi sekalinya kamu sudah mengerti caranya, ber-aquascape akan jadi sangat menyenangkan, sangat menantang, dan juga sekaligus sangat memuaskan.

Prinsip-prinsip Dasar Aquascape

Pada awalnya seluruh proses dalam membuat aquascape mungkin kelihatan sulit untuk dikerjakan ya, hehehe. Tapi sebenarnya nggak sesulit kelihatannya kalau kamu mengetahui rinsip-prinsip sederhananya.

Sebagaimana dalam hal yang membutuhkan kreatifitas lainnya, aquascape juga berkembang tergantung betul pada ilmu pengetahuan dan imajinasi kita. Bagaimana kita memperoleh sebuah keseimbangan antara prinsip ilmiah dan kreatifitas yang kita miliki, dan itu bukanlah hal yang mudah.

Inilah beberapa kriteria yang harus kita pahami sebelum memulai untuk membuat aquascape sederhana:

  1. Simplicity – (Kesederhanaan) Aquascape adalah tentang rasa, dan biasanya, semakin sedikit elemen semakin baik. Banyak dari aquascaper pemula tergoda untuk menggabungkan sebanyak mungkin tipe tanaman, berpikir bahwa hal tersebut bakalan membuat variasi yang indah, namun kebanyakan hasilnya malah sebaliknya.
  2. Variasi – Membuat aquascape simple, bukan berarti hanya menggunakan satu tipe tanaman saja. Meskipun mungkin kamu berniat untuk menciptakan suatu tema tertentu, kamu pasti nggak mau dong aquascape-mu terlihat membosankan. Ingat, imajinasi memiliki peran penting dalam membuat aquascape! 😉
  3. Proporsional – Nah, ini sangat penting untuk membuat sebuah harmoni dalam aquarium. Jadi usahakan buatlah ruang kosong sebanyak ruang yang terisi. Artinya, jangan sampai batu atau tanaman aquascape-mu memenuhi aquarium. Jadikan ukuran aquarium sebagai pertimbangan memilih ukuran tanaman yang akan ditanam serta ukuran faunanya.
  4. Ketekunan – Membuat aquascape sederhana juga dapat menjadi sangat menyebalkan, yakinlah itu. Hahaha. Jadi, siap-siaplah untuk mendekorasi ulang kalau-kalau ada sesuatu yang kamu nggak suka di dalam aquascape-mu. Itu nggak apa-apa, bro. Semakin banyak kamu ber-eksperimen, semakin bertambah pula pengalamanmu.

Hal-hal yang Diperlukan dalam Membuat Aquascape Sederhana

  1. Pencahayaan – Salah satu elemen penting dalam aquascape adalah cahaya. Ibarat kata, cahaya adalah jantung dari sebuah aquascape. Meskipun sebenarnya bisa dihilangkan dalam situasi tertentu, tapi percayalah keberadaannya bakalan sangat berpengaruh!
  2. Filter air – Sebagaimana namanya, filter air berfungsi untuk memfilter air dari kotoran-kotoran seperti feses ikan dan sisa-sisa makanan. Di dalam filter ini juga menjadi rumah bagi bakteri-bakteri menguntungkan yang akan ikut menjaga kestabilan ekosistem aquascape.
  3. Karbondioksida – Harga infuser CO² mungkin akan sangat menguras kantong, tapi yakinlah, asas hukum alam bahwa untuk fotosintesis tanaman membutuhkan cahaya dan CO² untuk menghasilkan oksigen itu betul adanya. Seperti cahaya, CO² bisa ditiadakan dalam kondisi tertentu. Namun, itu akan sangat memengaruhi perkembangan tanaman. Lagipula, ada alternatif lain kok dengan membuat infuser CO² sendiri. Nanti akan kita bahas. 😀
  4. Pupuk cair – Fungsinya seperti pupuk pada tanaman-tanaman darat, sudah tahu lah ya. Sebetulnya ada banyak macam bentuknya, ada pupuk tancap, ada yang berbentuk tablet. Intinya sama, menjaga agar nutrisi tanaman terpenuhi. Terpenuhi lho ya, bukan terlebih-lebihkan. Jadi beri sesuai dosis dan ukuran aquarium, pemberian dosis lebih banyak hanya akan memperbanyak algae tumbuh.
  5. Substrat- Bukan hanya melalui daun, tanaman juga mengambil nutrisi melalui akar, nah inilah yang membuat betapa substrate (tanah) begitu penting. Pemilihan substrat juga tergantung pada tanaman apa yang akan kamu tanam dan di mana lokasi kamu akan menanamnya (background, foreground, dsb.)
  6. Material hardscape – Untuk membuat aquascape sederhana nan artistik tidak hanya dibutuhkan tanaman saja, namun juga bebatuan dan kekayuan. Inilah yang disebut hardscape. Selain untuk komposisi, hardscape juga dapat berfungsi sebagai media tanam bagi lumut.

Mengenal Komposisi dan Setup Layout

Aquascape adalah sebuah seni yang mana imajinasi dan kreativitas kita  sangat berperan penting di dalamnya, tapi, menguasai aturan dalam proses ini juga dibutuhkan kalau kamu ingin sukses.

Ketepatan ukuran itu sangat penting di alam raya ini, tak terkecuali dalam aquascape. Kamu ingin tank-mu tidak hanya indah dipandang, tapi juga benar penempatannya, kan? Kamu mau ikanmu merasa nyaman; kamu mau tanamanmu tumbuh selayaknya ia tumbuh alami di alam. Iya? Iya.

Kita juga bias mendapatkannya dengan mengikuti beberapa aturan matematis. Iya, percaya atau tidak, sebelum akhirnya menjadi indah, tak terprediksi, dan berbaur dengan harmoninya, alam raya ini sangat matematis.

The Rule of Thirds

membuat aquascape sederhana
The rule of thirds dalam menyusun komposisi aquascape

Sebagaimana dalam fotografi, seni lukis, dan seni visual lainnya, aturan sepertiga atau the rule of thirds juga berlaku di sini. Inilah teknik untuk menghasilkan visual yang memikat, dengan ‘menuntun’ mata kita ke pada objek yang dilihat lebih dulu, dan dengan mudah bergeser ke objek selanjutnya.

Untuk melatih sense-mu, cobalah untuk membuat garis bantu seperti yang terlihat pada gambar, lalu letakkan objek utama pada salah satu dari empat titik singgung yang dihasilkan oleh kedua garis tersebut. Bingung? Lihat gambar aja deh. 😀

The Golden Ratio

membuat aquascape sederhana
The golden ratio, salah satu perhitungan dalam menyusun komposisi aquascape

Sederhananya, the golden ratio atau rasio emas adalah angka yang diperoleh dengan membagi sebuah garis menjadi dua bagian yang mana jika kamu membagi bagian yang lebih panjang dengan bagian yang lebih pendek, hasilnya adalah sama dengan keseluruhan bagian dibagi dengan bagian yang lebih panjang.

Dalam seni dan matematika dan juga dalam alam raya ini, the goden ratio juga sangat berpengaruh dalam menciptakan focal point. Dalam aquascape, aturan ini dapat menjadi patokan bagi mata untuk menangkap objek utama.

Gaya dalam Aquascape

Seperti produk seni yang lain, aquascape juga memiliki beberapa variasi dan gaya. Setiap orang memiliki rasa mereka sendiri dan juga ekspektasi mereka sendiri terhadap aquarium mereka.

Ada empat gaya utama dalam aquascape, yang mana setiap gayanya memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri. Gaya-gaya tersebut di antaranya adalah The Dutch Style, The Jungle Style, The Iwagumi Style dan The Nature Style. Nah, di bawah ini adalah sedikit deskripsi singkat dari gaya-gaya tersebut.

The Dutch Style

membuat aquascape sederhana
The Dutch style, memadukan warna serta ukuran tanaman

Seperti namanya, Dutch, gaya ini berkembang pada awalnya di Belanda sektar tahun 1930-an. Gaya ini focus pada penyusunan dan varietas tanaman air. Gaya ini tidak banyak melibatkan penggunaan elemen hardscape seperti kayu, bebatuan atau yang lainnya. Fokus utama dalam gaya ini adalah keseimbangan ukuran, warna, dan tekstur dari berbagai jenis tanaman yang berbeda.

Iwagumi Style

membuat aquascape sederhana
Iwagumi style, indah dengan bebatuan dan tanaman karpet

Nah, ini kebalikannya dari The Dutch Style yang hanya menonjolkan tanaman. Iwagumi style berfokus pada penyusunan hardscape, dalam hal ini, bebatuan. Namun bukan aquascape namanya kalau tidak ada tanaman, tanaman yang umum digunakan dalam gaya ala Iwagumi ini adalah tanaman pendek seperti tanaman karpet dan rerumputan.

The Jungle Style

membuat aquascape sederhana
The jungle style, betul-betul seperti hutan belantara

Kalau ini adalah salah satu gaya paling simple dalam aquascape. Seperti namanya, hasil akhir dalam gaya ini harus menampilkan sesuatu yang ‘liar’ dan alami seperti di hutan. Gaya ini melibatkan elemen kayu, batu, dan juga tanaman yang eksotis. Salah satu ciri dari gaya ini adalah tanaman yang dibiarkan tumbuh lebat, yang artinya juga membutuhkan lebih sedikit perawatan.

The Nature Aquarium Style

membuat aquascape sederhana
Nature aquarium style yang sangat mirip dengan aslinya. Keren ya?

Gaya aquascape yang satu ini pertama kali diperkenalkan oleh master aquascape Jepang, Takashi Amano, sekitar tahun 1990-an. Fokus utama pada gaya ini adalah menciptakan pemandangan yang merepresentasikan sebuah landscape yang terinspirasi dari pemandangan dunia nyata. Gaya akuarium natural ini umumnya menampilkan miniatur dari hutan hujan, pegunungan, maupun lembah.

Beberapa Tips dalam Mengatur Komposisi Aquascape

Kita sudah membahas mengenai aspek matematis dalam aquascape dan kita juga telah mengetahui beberapa gaya paling umum dalam aquascape, sekarang waktunya kita membahas hal lain yang tidak kalah pentingnya dalam membuat kreasi aquascape yang cantik nan indah.

Imajinasi dan Kreativitas

Membuat aquascape sendiri adalah kesempatan emas untuk mengeksplorasi imajinasi dan kreativitas kita. Dimulai dari melakukan mengetahui beberapa ilmu dasarnya, belajar dari mereka yang sudah ahli membuat aquascape, dan bereksperimen dengan hal-hal baru.

Proses pembuatannya memang membutuhkan tenaga dan waktu yang ekstra, namun nanti hasilnya akan lebih dari sekadar memuaskan. Ingat: pada awalnya mungkin kamu akan mengikuti pakem-pakem maupun aturan dasar dalam membuat aquascape, tapi pada akhirnya, itu adalah karya kamu, aquascape-mu, hasil dari imajinasimu, maka kamulah yang harus menjadi yang pertama kali menyukainya. 😀

Bentuk dan Kesimetrisan

Jangan ‘maksa’ membuat aquascape-mu simetris! Alam memang tidak sempurna dan justru itulah yang membuatnya menjadi begitu indah. Hindari menempatkan sebagian besar material hardscape di tengah-tengah aquarium, karena itu malah membuat keindahannya hilang.

Bentuk aquascape terbaik  adalah yang mengikuti liuk-liuk alami, nah dalam hal ini ada beberapa gaya komposisi:

membuat aquascape sederhana
Contoh layout cekung
  1. Layout cekung – lebih tinggi di kedua sisi kanan dan kiri, dan lebih rendah pada bagian tengah, layout ini memberikan kesan ruang terbuka di bagian tengahnya.
membuat aquascape sederhana
Contoh layout cembung
  1. Layout cembung – tanaman pada bagian pinggir ‘dicukur’ sehingga lebih rendah dibanding tanaman pada bagian tengah, yang mana sangat bagus apabila diberi bebatuan untuk membuat pemandangan ala gunung.
membuat aquascape sederhana
Contoh layout segitiga
  1. Layout segitiga – lebih tinggi pada satu sisi, dan lebih rendah pada sisi yang lain, tipe layout ini menciptakan pemandangan yang sangat seimbang.

Bagaimanapun, jangan merasa terpaksa dengan tipe-tipe layout di atas! Karena akan jauh lebih baik jika kita biarkan kreatifitas kita melakukan tugasnya, dan bereksperimenlah sebanyak-banyaknya, hehehe. Ikuti kata hatimu dan dengarkan apa yang matamu katakan. Percaya dirilah dan selamat bersenang-senang!

Bagaimana Membuat Sudut Pandang

Pilihlah background yang tepat

Kecuali kalau kamu akan meletakkan akuariummu di tengah-tengah ruangan, kamu harus membuat background. Beberapa material yang bagus untuk background adalah kayu, bebatuan, poster aquarium, atau juga bisa menggunakan tanaman yang rimbun. Fungsinya adalah untuk menyembunyikan dinding, selang, dan kabel yang terlihat pada area belakang.

Temukan keseimbangan antara foreground (latar depan), middle ground, dan background

Keseimbangan yang tepat antara ketiga elemen ini akan memberi nilai estetika yang sangat indah dalam aquariummu. Gunakan bebatuan dan kayu di latar tengah (middle ground) untuk menciptakan kesan perbukitan. Untuk menciptakan kesan natural, gunakan tanaman rendah pada latar depan dan beberapa kayu pada latar belakang. Hasilnya akan membuat aquariummu semakin harmonis.

Pilihlah substrat yang alami

Tergantung pada jenis tanaman yang ingin kamu tanam, kamu harus memilih jenis substrat (media tanam) yang tepat. Karena ini adalah dasar dari aquascape kita, maka pilihlah yang terlihat natural. Nggak mau kan, kalau dasarnya sudah terlihat seperti buatan.

Pilihlah tanaman dengan warna dan ukuran yang tepat

Menanam dalam air memang sangat menantang, tapi juga sangat menyenangkan. Pastikan kamu sudah mempertimbankan jenis tanaman air apa yang akan kamu tanam serta ukuran dan warnanya. Untuk pemula, sebaiknya gunakan tanaman hijau dan yang mudah perawatannya seperti anubias nana, java fern, atau amazon sword. Tanaman hijau umumnya lebih mudah dalam perawatannya karena memiliki lebih banyak klorofil.

Rekomendasi Ikan

Kebanyakan orang mungkin sudah kepikiran mau memasukkan ikan jenis apa. Namun dalam membuat aquascape, memilih ikan yang tepat adalah pilihan yang agak sulit karena banyak yang harus dipertimbangkan.

membuat aquascape sederhana
Neon tetra, tipe ikan kecil dan berkelompok

Memang tidak ada aturan khususnya, tapi yang pasti sebelum kamu memutuskan untuk membeli ikan, pelajari dulu mengenai tingkah lakunya, makanannya, cara berenangnya, dan lain-lain. Kamu harus menghindari ikan-ikan yang akan mengganggu eokosistem aquascape-mu.

Seperti misalnya jangan mencampur ikan cupang dengan jenis ikan aquascape yang lain. Untuk pemula, ikan yang cukup aman untuk digunakan adalah neon tetra, guppy, platis, ataupun udang-udangan seperti udang red cherry.

Perawatan Aquarium

membuat aquascape sederhana
Merawat aquascape juga penting dilakukan

Nggak cukup sampai bisa membuat aquascape yang indah, kita juga harus dapat melakukan perawatannya agar tanaman dan ikan di dalamnya tetap senang. Jangan lupa untuk mengganti air (water change), memberi pupuk, memastikan cahayanya cukup, dan asupan CO² terpenuhi.

Sekian dulu. Jangan lupa share ke teman-temanmu. 😀

3 thoughts on “Cara Membuat Aquascape Sederhana Untuk Pemula

Leave a Reply