11 Cara Berbakti Kepada Orangtua dan Menjaga Hati Mereka

Cara berbakti kepada orangtua – Di zaman yang semakin maju ini, di zaman yang menuntut mobilitas semakin tinggi, terkadang kita lupa terhadap kewajiban kita untuk berbakti dan memuliakan kedua orangtua kita.

Terlebih bagi yang telah memiliki anak. Pernahkah merasa bahwa anak kita tidak berbakti kepada kita? Kalau sudah seperti itu, siapa yang mau disalahkan? Akankah kita menyalahkan anak kita? Akankah kita menyalahkan pergaulan dan lingkungannya?

Cobalah untuk sejenak melihat kepada diri kita sendiri, sudah seberapa agung kah rasa cinta dan penghormatan kita terhadap orangtua kita?

Sudah seberapa besar pengorbanan yang telah kita lakukan untuk mereka? Sudahkah kita berbakti kepada mereka? Sudahkah kita–di tengah kesibukan kita–menyediakan waktu untuk mereka?

Kalaupun sudah, apakah itu sudah cukup? Sudahkah kita berusaha untuk menjaga hati mereka? Mungkin kita merasa sudah cukup berbakti, namun tanpa disadari banyak di antara kita yang kurang pandai menjaga hati mereka.

Karena semakin bertambah usia, semakin kita banyak mengenal orang, sampai-sampai kita lupa bagaimana cara berbakti dan memuliakan orangtua kita, termasuk menjaga hati mereka.

Memperlakukan kedua orangtua kita tentu berbeda dengan cara kita memperlakukan teman-teman kita. Ada adab yang harus dijaga betul-betul terhadap kedua orangtua, kepada teman pun ada adabnya sendiri. Tak bisa disamakan.

Kita harus tahu cara berbakti kepada orangtua dan cara menjaga hati mereka, kemudian mempraktikkannya mulai dari sekarang. Supaya kebiasaan ini akan terus terbawa sampai kapanpun.

Berikut ini adalah 11 cara berbakti dan menjaga hati orangtua yang harus kita praktikkan. Harapannya, semoga setelah membaca tulisan ini, hati kita mau tergerak untuk lebih memuliakan orangtua kita, sehingga kita dapat mewujudkan keluarga yang harmonis, sakinah, mawaddah, dan rahmah.

1. Selalu Menghormati Mereka dalam Keadaan Apapun, Meski Sedang Emosi

cara menghormati orangtua

Memang sudah sunnatullah apabila kita merasakan emosi di dalam hati kita. Karena memang manusia diciptakan dengan emosi; senang, sedih, moody, tempramen, marah, kecewa, dan sebagainya.

Ketika kita sedang merasa bahagia dan senang, mungkin kita akan dengan mudah melontarkan kata-kata yang menyenangkan kepada orangtua kita. Namun dapatkah kita melakukannya ketika kita sedang merasa kecewa atau marah?

Sudah sepatutnya kita menjaga perasaan kedua orangtua kita dalam keadaan emosi apapun. Ya, memang kita bisa saja marah, senang, sedih, kecewa, namun segala emosi tersebut jangan sampai mengurangi rasa hormat kita terhadap orangtua.

Keep calm, and love your parents. OK?

2. Jangan Membantah Apabila Memiliki Pendapat yang Berbeda dengan Mereka

Patuh dan taat pada orangtua

Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar di dalam sebuah kelompok, dan keluarga adalah kelompok kecil dari masyarakat.

Perbedaan adalah sumber kekayaan dalam kehidupan yang majemuk. Kalau kita tidak bisa menikmati perbedaan tersebut, kita justru akan kehilangan sumber kekayaan itu sendiri.

Dalam bermasyarakat, dalam bernegara, dalam berorganisasi, dalam kehidupan berjamaah, akan selalu ada perbedaan pendapat. Apakah itu salah? Nope. Yang salah adalah kalau kita menyalahkan mereka yang berbeda pendapat dengan kita.

Imam Syafi’i, salah satu dari 4 imam madzhab besar pun memiliki perbedaan pendapat dengan guru beliau, Imam Waqi. Namun apakah beliau tetap memaksakan pendapatnya?

Tidak, beliau sangat menghormati sang guru, beliau bisa mengelola keberbeda-pendapat-an tersebut dan memuliakan pendapat gurunya tanpa harus mengubah pendapat pribadinya.

Itu kepada guru. Bagaimana kepada orangtua? Tentu harus lebih-lebih lagi. Meskipun kita tahu bahwa orangtua kita salah, kita jangan sampai mengeluarkan kata-kata yang dapat melukai hati mereka.

Sampaikanlah kepada orangtua dengan cara yang halus, dengan tutur kata yang santun. Berbeda usia, berbeda generasi, berbeda pengalaman, itu akan membuat ruang perbedaan yang semakin luas. Tetaplah jaga adab kepada mereka.

3. Jangan Meninggikan Suara Ketika Berbicara

adab terhadap orangtua

Jangankan meninggikan suara.. Berkata “ah!” saja kita tidak boleh.

Bagaimanapun perasaan kita pada saat itu, apapun emosi yang sedang kita rasakan, jangan pernah sekali-kali berteriak, meninggikan suara, apalagi sampai membentak kepada orangtua.

Kalau posisi orangtua kita jauh, misalnya sedang di dapur dan kita di ruang tamu, yang mana mengharuskan kita untuk berbicara lebih keras, maka mendekatlah. Jalan sedikit ke dapur kemudian bicara pelan-pelan.

4. Selalu Meminta Izin dan Ridho dari Orangtua

Cium tangan orangtua

Ketika masih kecil, kalau kita hendak pergi ke manapun itu atau setelah kita pulang ke rumah, kita dibiasakan untuk mencium tangan orangtua kita. Inilah yang diajarkan oleh ayah-ibu kita sejak dulu.

Ketika sudah besar, meskipun jauh, setidaknya kita bisa menelepon dulu dan memberi kabar kalau mau bepergian atau melakukan sesuatu. Mungkin ini masalah sepele kelihatannya.

Tapi di situlah letak kekuatannya. Dari situlah mengalirnya ridho dan restu mereka. Kalau orangtua sudah merestui, pekerjaan kita pun juga pasti akan lancar.

5. Jangan Pernah Marah Kepada Orangtua

Jangan marah kepada orangtua

Meski marah adalah reaksi spontan yang ada dalam diri manusia, kita sebisa mungkin jangan melampiaskannya. Karena marah adalah emosi yang paling mudah diambil alih oleh setan.

Bisa saja pada awalnya kita sedikit marah. Tapi karena kita tak bisa menaklukannya, akhirnya kita turuti. Pada saat itulah setan bisa men-takeover dan membuat rasa marah kita semakin besar dan akhirnya menguasai diri kita.

Itulah mengapa kita dianjurkan untuk mengambil wudhu ketika sedang marah dan sebisa mungkin meredamnya. Kepada sesama pun kita tidak diperkenankan untuk marah, apalagi kepada orangtua.

6. Jangan Mengajari Mereka

cara berbakti kepada orangtua

Meskipun kita telah lebih mengerti, janganlah kita mengajari atau menceramahi orangtua kita. Maksudnya di sini adalah, jangan mengajari kedua orangtua kita sebagaimana kita mengajari orang lain.

Mungkin karena perbedaan pandangan, keterbatasan informasi, dan lain sebagainya, membuat orangtua kita memiliki perbedaan pandangan. Dalam hal ini, ketika kita ingin menyampaikan sesuatu, tetap jaga adab kita kepada mereka.

Mereka berhak mendapatkan informasi dari kita, tapi mereka juga berhak mendapatkan kasih sayang dan cinta kita.

7. Jangan Memotong Pembicaraan Mereka

Jangan memotong pembicaraan orangtua

Sebetulnya, ini adalah etika dasar terhadap semua orang. Menyela pembicaraan seseorang adalah perbuatan yang tidak sopan sama sekali. Inilah yang mesti dipahami. Terlebih kepada orangtua.

Ketika mereka sedang berbicara, sikap kita seharusnya adalah memasang telinga, mendengarkan dengan saksama.

Tidak banyak orang yang mau menjadi pendengar yang baik. Sebagian besar mereka hanya ahli dalam berbicara, tapi tidak mau mendengarkan pembicaraan orang lain. Sekali lagi, menjadi pendengar yang baik adalah skill.

8. Selalu Mendahulukan Mereka

Memprioritaskan orangtua

Ini termasuk dalam pengorbanan yang kita lakukan. Ketika masih kecil, kita mungkin sering meminta sesuatu sehingga orangtua kita harus mendahulukan kemauan kita daripada kebutuhan sendiri.

Sadarkah kita akan hal tersebut?

Kini, saatnya kita yang mengutamakan mereka. Kita yang mendahulukan mereka dalam hal apapun, meski apa yang kita lakukan tidak akan mampu membalas seluruh jasa mereka.

Kita memberikan semua yang orangtua kita berikan kepada kita pun kita masih tak sanggup membalas seluruh jasanya, apalagi kalau kita nggak ngapa-ngapain.

Sikap mendahulukan orangtua ini adalah bukti bahwa kita menaruh mereka dalam prioritas kita. Ketika makan, persilakanlah orangtua kita makan duluan. Duduk pun demikian. Kalau naik mobil, bukakan pintunya.

Sikap inilah yang jarang dimiliki oleh generasi muda yang manja.

9. Jangan Menyentuh Kepala Orangtua

berbakti kepada orangtua itu mudah

Menyentuh kepala orang yang lebih tua adalah tindakan yang tidak sopan. Termasuk kepada kedua orangtua. Janganlah sekali-kali kita berani menyentuh kepala mereka, kecuali untuk tindakan-tindakan tertentu.

Mencukur rambut, misalnya.

10. Menjaga Hati Orangtua Ketika Berperilaku di Depan Mereka

Cara menjaga hati orangtua

Apa maksud dari poin ke-10 ini? Tidak cukupkah poin-poin di atas untuk menjaga hati orangtua?

Belum, masih ada lagi. Ketika sedang bersama orangtua, bukan hanya intonasi suara dan emosi saja yang harus dijaga. Tetapi juga perilaku. Perilaku di hadapan orangtua kita juga termasuk adab.

Ketika kita ingin bicara dan mereka sedang duduk, maka duduklah dulu baru bicara. Duduk pun jangan duduk di tempat yang lebih tinggi dari mereka.

Kalau mereka berdiri, jangan berbicara sambil melihat layar hp, menyilangkan tangan di dada, atau bahkan berkacak pinggang. Angkuh sekali.

[irp posts=”1887″ name=”11 Tips Menjadi Manusia yang Menyenangkan ala Rasulullah”]

11. Melakukan Pekerjaannya Tanpa Diminta

cara berbakti kepada orangtua

Sebagian orangtua mungkin akan melarang kita ketika kita berusaha ingin membantu pekerjaannya, “Udah, kamu ngerjain PR aja sana. Ini biar ibuk aja.” Ketahuilah, mereka tak ingin merepotkanmu.

Tapi sebagai seorang anak, maukah kita merepotkan orangtua kita? Lebih baik kita yang repot kan, ketimbang mereka. Yakinlah, orangtuamu pasti akan senang ketika kamu tanpa diminta melakukan pekerjaannya.

Itulah setidaknya 11 cara berbakti kepada orangtua dan bagaimana menjaga hati mereka. Semoga mudah dipahami dan dapat segera dipraktikkan! 🙂

Leave a Reply