Mengenal Ebi, Penyedap Rasa Alami dari Udang Kering

Kuliner Indonesia memang selalu menjadi primadona, baik di kancah nasional maupun internasional. Salah satu pesona kuliner Indonesia adalah kuliner lautnya alias seafood. Penyebabnya, tak lain dan tak bukan yaitu karena sumber daya laut di Indonesia yang sangat melimpah.

Meski begitu, nyatanya, banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui kekayaan kuliner dan rempah-rempah tersebut. Apalagi di era sekarang di mana kita sangat mudah menemukan makanan, bumbu dapur, dan penyedap rasa instan, yang tentunya akan berbahaya bila dikonsumsi secara berlebihan.

Penyedap rasa, misalnya. Bagi bunda yang hobi memasak di rumah dan bagi penjual makanan baik itu di warung maupun di restoran, kehadiran penyedap rasa ini seakan menjadi hal yang harus ada dalam masakannya.

Pilihan pertama, penyedap rasa seperti monosodium glutamat atau MSG yang mudah ditemui di warung-warung sekitar rumah kita.

MSG, vetsin, atau yang biasa disebut micin, adalah penyedap rasa buatan dengan rasa umami, yaitu campuran dari rasa asin, manis, dan gurih.

Sudah banyak studi yang mengatakan bahwa mengonsumsi MSG secara berlebihan dapat berdampak tidak baik bagi kesehatan tubuh kita. Gejala awalnya adalah sesak napas, pusing, kesemutan di leher, rahang, dan punggung, wajah berkeringat, serta dalam jangka panjang dapat menyebabkan obesitas.

bahaya MSG bagi kesehatan

Mengonsumsi MSG atau mecin dalam kadar di bawah batas memang tidak mengapa, akan tetapi mengonsumsi MSG juga akan membuat kita ketergantungan, yang mana efeknya kita akan terus-menerus dibuat untuk mengonsumsi MSG sampai melebihi batas.

Kita pasti tidak menginginkan hal-hal tersebut menimpa keluarga dan orang-orang yang kita sayangi, bukan?

Sebagai alternatif lain dari MSG, kita bisa menggunakan bahan penyedap rasa alami yang sebenarnya sudah tersedia di sekitar kita dan sudah digunakan untuk membuat ribuan resep masakan terbaik Indonesia oleh nenek moyang kita dulu.

Penyedap Rasa Alami

apa itu ebi

Contoh penyedap rasa alami adalah daun salam, sereh, bawang merah, bawang putih, merica, terasi, dan masih banyak rempah-rempah lainnya.

Kali ini, mari kita berkenalan dengan penyedap alami yang berasal dari hewan laut, yaitu udang. Eits, tapi bukan terasi ya. Udang yang digunakan sebagai penyedap rasa alami di sini bukan sembarang udang, melainkan udang kering atau ebi.

Apa itu Udang Kering / Ebi?

jual ebi murah

Ebi adalah udang yang telah melalui proses pengasinan secara alami, lalu dikeringan. Penggunaan ebi sebagai penyedap rasa alami sudah dilakukan sejak dulu kala, sebelum datangnya era mecin ke Indonesia.

Ebi atau udang kering berfungsi untuk menambah dan memperkuat rasa, tekstur, dan aroma yang khas pada masakan kita.

Udang kering yang berkualitas baik adalah yang bentuk tubuh udangnya masih utuh, berwarna kemerahan, tidak mudah remuk, dan beraroma khas udang.

Ebi yang berwarna abu-abu, lapuk, dan mudah remuk menandakan ebi tersebut tidak berkualitas, alias sudah tidak segar. Saat membeli ebi, pastikan ukuran dan kualitasnya masih segar. Dengan menggunakan penyedap rasa alami ebi/udang kering, dijamin masakan akan lebih sedap!

Perbedaan Udang Kering / Ebi dan Udang Rebon

penyedap rasa alami

Nah, ini yang perlu diperjelas. Faktanya, banyak masyarakat kita yang masih keliru menyebut udang rebon dengan ebi. Padahal sebenarnya keduanya berbeda.

Meski pada umumnya udang rebon juga dibuat kering, namun secara keseluruhan, ukuran dan jenis udangnya berbeda dari ebi.

Udang rebon berukuran sangat kecil, berwarna agak kecoklatan, dan biasanya dikeringkan. Sementara ebi berukuran 2-3 cm, dan berwarna jingga agak kemerahan.

Udang rebon biasa digunakan untuk campuran tumisan, cah kangkung, sambal, dibuat rempeyek, dan juga perkedel.

Sementara itu, udang kering/ebi umumnya dibuat sebagai penyedap rasa alami pada masakan seafood, tumisan, sayur lodeh, olahan daging, dan macam-macam sajian lainnya.

Cara Menyimpan dan Menggunakan Ebi

jual udang kering murah

Meski ebi termasuk bahan masakan yang awet, namun dalam menyimpan ebi tidak bisa sembarangan. Tentu ada cara menyimpan ebi yang baik agar rasa dan kualitasnya tetap terjaga. Salah satunya yaitu dengan menjaganya agar tetap kering.

Kalau memiliki kulkas, akan lebih baik jika dimasukkan ke dalam wadah kedap udara dan disimpan di dalam lemari pendingin. Namun, menyimpan di dalam toples/wadah kedap udara saja dan menjaga dari sinar matahari langsung sebenarnya juga sudah cukup untuk mempertahankan kualitas ebi.

Tujuannya, agar ebi/udang kering tidak menjadi lembap, dan rasa, aroma, serta teksturnya tetap terjaga saat akan digunakan, bahkan ketika sudah lama disimpan.

Untuk penggunaannya, ada berbagai macam cara. Cara pertama, bisa dengan merendam ebi di dalam air panas sampai mengembang seperti udang segar. Setelah itu, bisa langsung dimasak sesuai selera.

Alternatif lain, yaitu bisa dengan membuat bubuk ebi/udang kering. Caranya sama seperti cara pertama, namun ada tambahannya:

  1. Rendam ebi dalam air panas sampai mengembang,
  2. Setelah mengembang, tiriskan,
  3. Lalu goreng ebi tanpa minyak (sangrai) sampai ebi kering kembali,
  4. Setelah benar-benar kering, haluskan ebi dengan cara ditumbuk atau diblender, dan ebi siap digunakan.

Ebi yang sudah dihaluskan ini sangat cocok untuk dibuat sambal dan juga tumis-tumisan. Namun pada intinya, baik itu ebi utuh atau bubuk, pastinya akan menambah kelezatan masakan yang khas, yang tidak akan diperoleh dengan penyedap rasa buatan manapun! 😀

 

Leave a Reply